Rabu, 18 Januari 2012

Obesitas

Bismillahirrahmanirrahim

Tulisan ini saya ambil dari materi kuliah salah satu dosen di FK UNS pada blok Metabolisme yaitu Dr. Sugiarto dr, SpPD,FINASIM

Kegemukan atau obesitas merupakan salah satu petanda adanya penyakit. Data epidemiologi menunjukkan bahwa obesitas menimbulkan berbagai macam komplikasi dan penyakit degenerative. Obesitas terjadi akibat keseimbangan energy positif, artinya masukan kalori melebihi pengeluaran kalori tubuh.

Definisi
Obesitas adalah suatu kondisi metabolik kronik yang mempunyai peran penting dalam kesehatan masyarakat. Pada dewasa obesitas didefenisikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) > 30 kg/m2 (IMT = berat badan (kg)/tinggi badan2 (m2)). Normal = 20-25 kg/m2  ; berlebih = 25-30 kg/m2  ; obesitas > 30 kg/m2 .
Cara yang paling baik untuk memperkirakan obesitas pada praktis klinik adalah dengan mengukur lingkar pinggang. Pengukuran lingkar pinggang merupakan cara untuk mengetahui kelebihan lemak pada abdominal, yang berhubungan dengan faktor resiko metabolik. Lemak abdominal terdapat pada dua tempat yaitu subkutan dan viseral. Lemak viseral terdapat pada omentum dan mesenterium. Beberapa peneliti mempercayai bahwa lemak viseral atau obesitas viseral lebih kuat berhubungan dengan faktor risiko metabolik dari pada ditempat lain.

Etiologi
    Berat badan seseorang ditentukan oleh keseimbangan masukan kalori dan energi ekspenditur. Jika masukan kalori melebihi dari pembakaran atau metabolisme mengakibatkan peningkatan berat badan. Kelebihan energi dalam tubuh manusia disimpan dalam jaringan adiposity atau jaringan lemak tubuh. Umumnya penyebab tersering adalah kelebihan masukan makan dan kurangnya aktifitas fisik.  Obesitas merupakan penyakit kronik yang disebabkan multifaktorial sebagai interaksi antara factor genetic, lingkungan, perilaku, cultural dan metabolic.
Beberapa factor yang berkontribusi terhadap obesitas adalah :
1.Genetik         :
Efek genetic bersifat kompleks dan poligenik dengan kemungkinan diturunkan 20-40%.  Factor genetic mempunyai peran terhadap metabolism basal, distribusi lemak tubuh dan respon terhadap kenaikan berat badan. Obesitas biasanya berhubungan dengan mutasi dari gen leptin dan PPAR-.  Contoh gen yang menyebabkan obesitas adalah leptin defisiensi. Leptin merupakan hormone yang diproduksi oleh adiposit dan placenta. Leptin mengontrol berat badan melaui rangsangan otak terhadap rangsang makan. Jika seseorang di dalam tubuh tidak cukup leptin atau rangsangan leptin terhadap otak kurang, mengakibatkan control terhadap rasa lapar terhambat, selanjutnya mengakibatkan obesitas. Obesitas lebih sering terjadi bila salah satu atau kedua orang tuanya obese.

2.Kelebihan makan :
kelebihan makanan menyebabkan peningkatan berat badan terutama jika diit tinggi lemak. Makanan tinggi lemak atau gula (seperti fast food, fried food dan sweets ) mempunyai densitas tinggi( makanan-makanan yang mempunyai sedikit kalori, tetapi jumlahnya banyak). Penelitian epedemiologi memperlihatkan bahwa diit tinggi lemak berkontribusi terhadap peningkatan berat badan.

3.Diit tinggi karbohidrat sederhana :
Peranan karbohidarat terhadap peningkatan berat badan tidak jelas. Karbohidrat meningkatkan kadar glukosa darah, selanjutnya merangsang pelepasan insulin oleh pancreas dan insulin memacu pertumbuhan jaringan adiposity dan menyebabkan peningkatan berat badan. Karbohidrat sederhana seperti glukosa, fruktosa, desserts, soft drink, beer, wine dll, berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan lebih banyak dilepaskan insulin dari pada makanan yang mengandung karbohidrat komplek. Peningkatan insulin atau hiperinsulinemia berperan terhadap peningkatan berat badan.

4.Frekuensi makan :
Hubungan antara frekuensi makan dan berat badan masih kontroversi. Beberapa laporan bahwa orang dengan overweight frekuensi makan kurang dibanding orang dengan berat badan normal. Beberapa ahli mengamati orang yang makan sehari antara 4 sampai 5 kali sehari , mempunyai kadar kolesterol dan glukosa lebih rendah dari pada orang yang makan 2 atau 3 kali sehari.

5.Metabolisme rendah:
Wanita mempunyai otot lebih sedikit dari pada laki-laki. Hasil metabolisme otot lebih banyak menghasilkan kalori dari pada jaringan lain seperti jaringan adiposity. Akibatnya pada wanita metabolisme lebih rendah dari pada laki-laki, selanjutnya kecenderungan terjadi peningkatan berat badan lebih banyak.

6.Kurangnya aktifitas fisik :
seseorang yang diam metabolismenya lebih rendah dari pada seseorang yang aktifitas. Survey dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) memperlihatkan bahwa inaktifitas berkorelasi kuat terhadap peningkatan berat badan.

7.Obat-obatan :
obat-obatan yang berhubungan dengan peningkatan berat badan adalah antidepresan, antikonvulsi, anti diabetic (insulin, sulfonylurea dan thiazolidinediones), kontrasepsi oral, kortikosteroid, antihipertensi dan anti histamine.

8.Lingkungan        :
Lingkungan berperan terhadap peningkatan prevalensi obesitas yang disebabkan oleh penurunan energi dan perubahan pola hidup terutama  yang berhubungan dengan makanan yang mengandung lemak tinggi, tinggi kalori, serta jarang berolahraga. Peningakatan prevalensi obesitas dalam suatu penelitian berhubungan dengan kekerapan melihat televisi. Masukan makanan dan aktivitas fisik sangat berperan terhadap peningkatan obesitas pada dewasa.

9.Neuroendokrin     :
neuropeptida Y (hormone hipotalamus yang merangsang nafsu makan) dan leptin (hormon peptide yang disintesa di jaringan lemak yang bekerja di hipotalamus untuk menekan asupan makanan dan pengeluaran energi) , bekerja sama dengan neurotransmitter lain, mengatur keseimbangan energi. Mutasi dari reseptor dan transmitter berhubungan dengan obesitas pada tikus percobaan dan beberapa kasus obesitas berat yang jarang pada manusia.

10.Factor psikologi :
Geajala stres seperti cemas, depresi, distress, sekresi kortisol akan mempengaruhi kebiasaan makan dan mengakibatkan overweight dan obesitas.

Patofisiologi

Obesitas terjadi akibat ketidak seimbangan antara metabolism dan penyimpanan lemak tubuh, Organ utama yang mengatur system tersebut adalah otak.  Otak mengatur bagaimana siknal sirkulasi yang berhubungan dengan ukuran masa lemak ( siknal adiposity) yang diitegrasikan dengan siknal dari system gastro intestinal (siknal kenyang ) terhadap control homeostasis energy. Siknal adiposity masuk ke otak pada tingkat hypothalamus. Siknal neural dari system gastrointestinal dan liver menginformasikan makanan yang masuk. Selanjutnya siknal kenyang dikirim ke otak. Otak menerima respon dari siknal hormonal melalui jalur neuropeptide, selanjutnya memberikan keluaran langsung ke homeostasis energy. Termasuk aktivasi neuroendokrin, kebiasaan motorik dan aktifitas  autonom.

Jaringan adiposit merupakan organ endokrin, eksokrin dan autokrine yang mengatur proses proses fisiologi dan patologis. Stress organ reticulum endoplasmic berperan terhadap metabolisme dan disfungsi adiposit. Stress reticulum endoplasmic menyebabkan ketidak seimbangan adipositokin yang disekresi oleh adiposity. Jaringan adiposity mensekresi beberapa bahan aktif yang disebut adipositokin.   Bahan aktif yang disekresi oleh adiposity adalah leptin, adipsin, adiponectin, resistin, tumor necrosis factor-  (TNF- ), transforming growth factor-T(GF-), vascular endothelial growth factor (VEGF), Interleukin-6 (IL-6), angiotensinogen, apoliproprotein-E, plasminogen activating inhibitor-1 (PAI-1), tissue factor dll. Bahan bahan bioaktif inilah yang menentukan patofisiologi terhadap beberapa penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

Adipokine mempunyai peran terhadap resistensi insulin, produksi lipoprotein liver dan inflamasi vaskuler. Hormone leptin dan adiponectin oleh adiposity berhubungan dengan peningkatan subinflamasi kronik terutama berperan terhadap komplikasi resistensi insulin dan kardiovaskuler. Adiponectin dan leptin merupakan biomaker terhadap prediksi baik terhadap kejadian dan keberhasilan intervensi terhadap penyakit kardiovaskuler. Kadar adiponectin menurun pada diebetes mellitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskuler, sebaliknya leptin kadarnya meningktan pada kedua penyakit tersebut. Peningkatan kadar leptin berhubungan dengan pembentukan atherosklerosis, sehingga pemeriksaan terhadap leptin dapat dipakai sebagai prediksi terhadap penyakit kardiovaskuler.
Disfungsi jaringan adiposit berperan terhadap resistensi insulin yang diakibatkan oleh hipertropi dan hiperplasi adiposity, kurangnya aliran darah, hipoksia, inflamasi dan infiltrasi makrofag pada jaringan adiposity.

Jalur molekuler yang mengatur obesitas
Gen obesitas yang mengatur sistem fisiologi terhadap peningkatan berat badan adalah :
1.    Hormon leptin.
Leptin merupakan salah satu hormon yang disekresi oleh jaringan lemak atau adiposit yang berefek pada jaringan sistem saraf pusat yang mengatur pola makan dan keseimbangan energi tubuh. Dalam keadan normal leptin menghambat nafsu makan dengan menekan neuropeptide Y. Peningkatan leptin akan meningkatkan nafsu makan sehingga meningkatkan energi ekspenditur yang akan meningkatkan timbunan lemak viseral.
a.    Merupakan hormon yang diproduksi oleh jaringan adiposit
b.    Merupakan gen yang mengatur neuropeptide.
c.  Neurotransmitters neuropeptide Y yang merangsang masukan makanan  dan melanocyte stimulating hormon menurunkan masukan makanan.
2.    Peroxisome proliferator activated receptor- (PPAR-).
       Merupakan gen yang mengatur thermoregulasi
3.    Ghrelin.
a.    Merupakan gen yang meningkatkan berat badan.
b.    Hormon ini disintesis oleh gaster yang merangasang masukan makanan pada manusia.
c.    Dalam keadaan normal  hormon ini didalam palsma meningkat setelah puasa dan menurun setelah diberi makan.

Penilaian pasien obesitas
    Untuk menilai status obesitas diukur dengan menghitung body mass index (BMI) atau indeks masa tubuh (IMT). BMI antara 25,9 – 29 disebut overweight, sebaliknya BMI ≥ 30 disebut obese. IMT berhubungan dengan lemak tubuh. Beberapa metode untum menilai lemak tubuh adalah dengan mengukur ketebalan kulit, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang / panggul, under water weighing, DEXA ( Dual energy X ray absorptiometry), BIA ( Bioelectric Impedance analysis ) ultrasonografi, computed tomografi dan magnetic resonace imaging (MRI).
Penilaian klinis pada pasien obesitas meliputi    :
•    Memastikan obesitas dengan menghitung IMT dan menilai pola distribusi lemak tubuh: obesitas setripetal (rasio pinggang/panggul , > 0,9 pada wanita, > 1,0 pada pria) berhubungan dengan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
•    Perjalanan obesitas menurut waktu: apakah obesitas baru terjadi atau sudah lama, pernah atau tudaknya dilakukan tindakan terapi untuk obesitas dan riwayat keluarga. Penjelasan obesitas juga bisa didapatkan dengan mengetahui kebiasaan makan dan aktivitas fisik.
•    Penyebab sekunder: sangat jarang tapi harus dicari jika baru-baru ini (kurang beberapa tahun lalu) pernah ada kenaikan berat badan tanpa penyebab yang jelas, dan/ atau jika ada tanda fisik atau hasil tes biokimiawi yang abnormal. Penyebab timbulnya obesitas di antaranya adalah sindrom Cushing ( kortisol bebas dalam urin 24 jam), hipotiroidisme (TSH), gangguan hipotalamus (nafsu makan tidak terkendali), sindrom Prader-Willi (delesi lengan panjang dari kromosom 15, menyebabkan hipogonadisme dan obesitas) atau sindrom Lawrence-Moon-Biedl.
•    Penilaian risiko kardiovaskular keseluruhan: dari glukosa puasa profil lipid serta adanya kelainan vascular.

Pemeriksaan klinis obesitas
1. Pemeriksaan fisik
•    Status gizi ( berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang)
•    Tekanan darah.
•    Kardiovaskuler.
•    Respirasi.
•    Gastrointestinal.
•    Musculoskeletal.
•    Kulit.
•    Endokrin dan metabolic.

2. Pemeriksaan laboratorium.
•    Darah rutin.
•    Glukosa puasa.
•    Profil lipid ( kolesterol total, LDL-kolesterol, HDL-kolesterol, trigliserid).
•    Asam urat.
•    Serum TSH dan FT4.
•    Free cortisol urin 24 jam.
•    Elektrokardiografi dan rongent thorak.
•    Tes fungsi respirasi.
•    Plasma leptin.

Beberapa risiko obesitas adalah :
1.    Gangguan Metabolic:
Resistensi insulin dan hiperinsulinemia merupakan gannguan metabolik akibat obesitas. Insulin merupakan hormon yang dikeluarkan oleh sel beta pancreas. Insulin mempunyai fungsi untuk tranport glukosa darah ke dalam sel-sel otot, jaringan adiposit, sel hepar. Insulin juga mempunyai reseptor di setiap sel pada tubuh manusia. Resistensi insulin terjadi bila kemampuan reseptor insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel mengalami hambatan, sebagai akibatnya terjadi peningkatan kadar glukosa didalam darah atau hiperglikemia. Pada obsitas dalam jangka pajang dapat menyebabkan resistensi insulin. Akibat resistensi insulin pada penderita obesitas dalam perjalanan penyakit akan mengakibatkan terjadinya penyakit prediabetes, sindroma metabolik dan diabetes mellitus tipe 2. Hiperinsulinemia merupakan mekanisme kompensasi akibat peningkatan glukosa darah pada obesitas. Hiperinsulinemia terjadi untuk mempertahankan kadar glukosa darah supaya dalam ukuran normal. Apabila mekanisme kompensasi mengalami kekelahan maka terjadi penurunan insulin sehingga terjadi defisiensi insulin yang mengakibatkan menjadi kurus.
2.    Risiko penyakit jantung koroner :
Atherosklerosis merupakan faktor yang berperan penting terhadap penyakit jantung koroner. Adanya atherosklerosis pada pembuluh darah jantung berakibat terjadinya serangan jantung mendadak. Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya atherosklerosis. Serangan jantung atau penyakit jantung iskemik (risiko meningkat empat kali lipat jika IMT > 29, penelitian Finnish memperlihatkan bahwa setiap kenaikan 1 kg  risiko kematian meningkat 1 % ).

3.    Masalah fisik: osteoarthritis ( penyakit degeneratif), gout atau gout arthritis, varises pada vena, hernia (baik hernia hiatus maupun abdominal), hipoventilasi (apnea obstruktif saat tidur [OSA]), komplikasi akibat operasi.
4.    Risiko penyakit kanker:  payudara ( lemak merupakan jaringan yang memproduksi estrogen, paparan jangka panjang terhadap estrogen meningkatkan risiko kanker payudara), ovarium, endometrium, prostate, serviks, kolon dan empedu.


PENATALAKSANAAN

Prinsip penatalaksaan obesitas adalah keseimbangan energi menjadi negatif untuk menurunkan berat badan dan memelihara penurunan berat badan yang rendah selamanya. Keberhasilan penurunan berat badan menurut WHO adalah jika terjadi penurunan berat badan sebesar 5-15 % dari berat badan semula. Keberhasilan awal dapat diperlihatkan jika terjadi penurunan berat badan sebesar 10% selama 6 bulan pertama.
Keberhasilan dapat tercapai bila terdapat kepatuhan penderita tentang memelihara diit, aktivitas fisik dan terapi. Pendekatan untuk penatalaksaan obesitas meliputi : diit, aktivitas fisik, terapi obat dan pembedahan. Perubahan gaya hidup yang mencakup mengurangi alkohol, olahraga, dan terutama berhenti merokok juga berperan terhadap keberhasilan terapi.

A.Pendekatan Diit.
    Pengurangan asupan kalori antara 500-600 kcal/ hari dari 2100-2520 kcal/hari dapat menurunkan berat badan 0,5- 1 kg/minggu. Diit yang dianjurkan adalah diit rendah kalori dan rendah lemak.

Diit rendah kalori.
    Beberapa penelitian membuktikan bahwa keberhasilan penurunan berat badan berhubungan dengan retriksi masukan kalori dan bukan komposisi makronutrien. Dalam beberapa uji klinik pada obesitas didapatkan bahwa penurunan berat badan sebesar 8%  terjadi antara 3 -12 bulan dibandingkan kontrol. Penurunan kalori 400-500 kcla/hari dari 1680-2100 kcl/hari  akan menurunkan berat badan.

Diit rendah lemak.
    Retriksi masukan lemak mempunyai arti penting terhadap densitas energi dan total masukan energi. Beberpa uji klinik memperlihatkan penurunan berat badan sebesar 1,6 g/hari disebabkan oleh penurunan energi yang berasal dari lemak. Penurunan berat badan lebih sedikit pada diit rendah lemak sebesar 100-200 g/minggu dibanding 300-700 g/minggu.

B.Aktivitas fisik.
    Peningkatan aktivitas fisik pada pasien dewasa overweight dan obese meningkatkan kebugaran kardiorespirasi dan menurunkan resiko penyakit kardoivaskuler. Aktivitas fisik merupakan terapi tambahan untuk membantu penurunan dan memelihara berat badan bersama terapi diit.
    Kurangnya aktifitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam timbulnya obesitas.  Penurunan aktivitas fisik menyebabkan rendahnya tingkat kesegaran jasmani dengan berkurangnya kekuatan, tenaga aerobik dan ketrampilan atletik. Obesitas terjadi akibat masukan energi melebihi penggunaan energi untuk kepentingan metabolisme dan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat diukur dengan dengan berbagai cara seperti doubly labeled water (DLW), kalorimetri indirek, monitoring denyut nadi (Heart rate), pedometer, akselerometer,  observasi langsung dan pengukur dengan adolecent physical activity questionnaire. Aktivitas fisik terutama latihan dapat memperbaiki kelenturan, kekuatan otot,daya tahan otot dan kesegaran kardiorespirasi.
    Aktivitas fisk akan mengubah komposisi tubuh yaitu menurunkan lemak tubuh baik total dan viseral serta meningkatkan masa tubuh tanpa lemak. Olah raga intensif selama 10 bulan dan pengatutan diit akan menurunkan lemak tubuh dan meningkatkan kesegaran jasmani.

C.Medikamentosa.
    Pasien dengan body mass index 30 kg/m2 berhubungan dengan komplikasi yang berhubungan dengan obesitas. Penatalaksanaan obesitas merupakan bagian dari diit dan aktivitas fisik. Respon terapi terhadap obat bervariasi. Jika terapi pada 4 minggu pertama tidak ada respon, disarankan obat jangan diteruskan. Semua obat harus dilanjutan hanya jika terdapat penurunan berat badan 0,5 kg/minggu. Kebanyakan obat hanya bekerja sementara.
Obat obat yang direkomendasikan oleh NICE (National Institute of Clinical Excellence ) adalah orlistat dan sibutramine. Orlistat menghambat lipase lambung dan pankreas, serta mengurangi absorpsi lemak. Dalam suatu penelitian terapi orlistat bersama perubahan polahidup selama 4 tahun dapat menurunkan berat badan, kejadian diabetes dan penyakit kardiovaskuler dibanding perubahan pola hidup saja. d Sibutramin (serotonin dan inhibitor ambilan-kembali noradrenalin) mempercepat rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan. Sibutramin selain dapat menurunkan berat badan ternyata dapat memperbaiki profil lemak( triglisrerid, VLDL-kolesterol dan HDL-kolesterol). Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti fluoksetin dosis tinggi bisa membantu dengan efektif. Derivat amfetamin (dexfenfluramin, fenfluramin) dapat menekan nafsu makan, tapi telah ditarik dari peredaran karena efek samping (valvulopati jantung).  Pemakaian dua obat kombinasi tidak direkomendasikan.

D.Pembedahan.
Pembedahan terkadang diperlukan jika terapi diit, aktivitas fisik dan medikamentosa tidak berhasil. Pembedahan yang biasa dilakukan adalah gastric bypass, vertical banded gastroplasty dan gastric banding. Dibandingkan dengan terapi yang lain tidakan pembedaan cukup menghasilkan penurunan berat badan yang lama. Keberhasilan pembedahan sekitar 50%.


Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Bismillahirrahmanirrahim

Berikut ini adalah kumpulan informasi mengenai hipertensi dari beberapa sumber:

Tekanan Darah
Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.
Setelah mengetahui tekanan darah, pasti Anda ingin mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk rendah, normal atau tinggi.
Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa menurut JNC VII [1]
Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik
Normal < 120 mmHg (dan) < 80 mmHg
Pre-hipertensi 120-139 mmHg (atau) 80-89 mmHg
Stadium 1 140-159 mmHg (atau) 90-99 mmHg
Stadium 2 >= 160 mmHg (atau) >= 100 mmHg

Etiologi Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1 Faktor Genetik
Menurut Muhummadun (2010), faktor genetik mempunyai hubungan dengan terjadinya tekanan darah tinggi atau hipertensi pada orang-orang yang mempunyai riwayat keluarga penderita hipertensi. Seseorang dengan orangtua yang menderita hipertensi mempunyai resiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi dari pada yang tidak mempunyai riwayat keluarga hipertensi (Anindya, 2009). Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi (swebee.com, 2009)

2 Faktor Perilaku
Faktor perilaku yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah gaya hidup yang kurang baik misalnya:
 
a. Mengkonsumsi Makanan Tinggi Lemak & Kolestrol
Jika seseorang mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol dapat menyebabkan penimbunan lemak disepanjang pembuluh darah (Muhummadun, 2010). Penimbunan lemak tersebut akan menyebabkan aliran darah menjadi kurang lancar dan menyempitkan aliran pembuluh darah tersebut (Muhummadun, 2010). Penyempitan dan penyumbatan lemak ini memacu jantung untuk memompa darah lebih kuat lagi agar dapat memasok kebutuhan darah ke jaringan. Akibatnya tekanan darah menjadi meningkat (Muhummadun, 2010).
 
b. Obesitas
Semakin besar massa tubuh, makin banyak darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan makanan ke jaringan tubuh (Muhummadun, 2010). Ini berarti bahwa volume darah yang beredar melalui pembuluh darah menjadi meningkat sehingga memberi tekanan lebih besar pada dinding pembuluh darah dengan kata lain tekanan darah akan meningkat (Muhummadun, 2010).
 
c. Mengkonsumsi Alkohol
Alkohol dapat merusak fungsi saraf pusat maupun tepi (Sheps, 2002). Apabila saraf pusat terganggu, maka pengaturan tekanan darah akan mengalami gangguan pula (Muhummadun, 2010). Pada seseorang yang sering minum minuman dengan kadar alkohol tinggi, tekanan darah mudah berubah dan cenderung meningkat tinggi (Muhummadun, 2010).
Alkohol juga bisa meningkatkan keasaman darah (Sheps, 2002). Darah menjadi lebih kental. Kekentalan darah ini memaksa jantung memompa darah lebih kuat lagi, agar darah dapat sampai ke jaringan yang membutuhkan dengan cukup (Muhummadun, 2010). Akibatnya tekanan darah jadi meningkat.
 
e. Merokok
Merokok dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, hal ini disebabkan karena rokok banyak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh seperti tar, nikotin dan gas karbon monoksida (Muhummadun, 2010). Nikotin merangsang sekresi hormon adrenalin yang menyebabkan jantung berdebar-debar, meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah (Muhummadun, 2010).
 
f. Tingginya Asupan garam
Mengkonsumsi garam secara berlebihan (5 -15 gram/hari) dapat meningkatkan tekanan darah (Muhummadun, 2010). Pengaruh asupan garam terhadap tekanan darah tinggi terjadi melalui peningkatan volume plasma, curah jantung dan tekanan darah (Muhummadun, 2010).
Garam menarik cairan di luar sel agar tidak keluar (Sheps, 2002). Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Penumpukan cairan ini akan meningkatkan volume dan tekanan darah (Muhummadun, 2010).
 
g. Kurang olahraga
Kurang olah raga dan bergerak bias menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat (swebee.com, 2009). Aktifitas fisik sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah (Sheps, 2002). Aktifitas fisik dapat membuat jantung lebih kuat (Sheps, 2002). Jantung mampu memompa lebih banyak darah dengan hanya sedikit usaha (Sheps, 2002). Makin ringan kerja jantung untuk memompa darah maka makin sedikit pula beban tekanan pada arteri (Muhummadun, 2002).
 
h. Faktor Usia
Pada usia yang semakin tua, pengaturan metabolisme zat kapur (kalsium) terganggu, sehingga banyak zat kapur yang beredar bersama darah (Muhummadun, 2010). Banyaknya kalsium dalam darah (hypercalcidemia) menyebabkan darah menjadi lebih padat, sehingga tekanan darah menjadi meningkat (Muhummadun, 2010).
Endapan kalsium di dinding pembuluh darah (arteriosclerosis) menyebabkan penyempitan pembuluh darah (Sheps, 2010). Akibatnya, aliran darah menjadi terganggu. Hal ini dapat memacu peningkatan tekanan darah (Muhummadun, 2010).
Bertambahnya usia juga menyebabkan elastisitas arteri berkurang (Muhummadun, 2010). Arteri tidak dapat lentur dan cenderung kaku, sehingga volume darah yang mengalir sedikit dan kurang lancar (Asdie, 2000). Agar kebutuhan darah di jaringan tercukupi, maka jantung harus memompa darah lebih kuat lagi. Sehingga tekanan di pembuluh darah meningkat (Muhummadun, 2010).
 
i. Faktor Psikis
Faktor psikis, misalnya stress. Pada saat stress seseorang akan merasa cemas dan mudah marah (Muhummadun, 2010). Saat stress tubuh melepaskan hormon catecholamine. Hormon ini berpengaruh terhadap peningkatan resistensi perifer dan pembuluh darah sehingga tekanan darah akan meningkat (Muhummadun, 2010).
Pada saat keadaan stress, saraf simpatis juga merangsang pengeluaran hormon adrenalin (Sheps, 2010). Hormon ini dapat menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat dan menyebabkan penyempitan kapiler darah tepi (Muhummadun, 2010). Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan darah.

Patofisiologi Tekanan Darah Tinggi
Mekanisme terjadinya hipertensi di dalam tubuh dikendalikan oleh baroreseptor, pengaturan volume cairan tubuh, system rennin-angiotensin dan autoregulasi (Anindya, 2009). Berdasarkan penjelasan tentang etiologi hipertensi atau tekanan darah tinggi, hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti obesitas, kurang olah raga, keturunan, konsumsi garam yang berlebih, makanan yang berlemak dan kolesterol tinggi, alkohol, merokok, penyakit ginjal, penggunaan obat-obatan dan kelainan hormonal (Setiawati & Bustami, 2005)
Seseorang dalam keadaan seperti diatas tersebut akan merangsang pelepasan hormon rennin dan angiotensinogen (Muhummadun, 2010). Rennin diproduksi oleh ginjal. Angiotensinogen merupakan protein yang tidak aktif di dalam darah dan diproduksi di hati. Rennin bertemu dengan angiotensinogen akan diubah menjadi angiotensin I (Muhummadun, 2010).
ACE (Angitensin Converting Enzyme) yang terdapat di paru-paru, memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah (Muhummadun, 2010). Angitensin I oleh ACE diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II inilah yang memiliki kunci peranan penting dalam menaikkan tekanan darah (Asdie, 2010).
Angiotensin II menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal (Muhummadun, 2010). Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal. Aldosteron berfungsi mengatur keseimbangan volume cairan dalam tubuh (Muhummadun, 2010). Aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl untuk mengatur volume cairan ekstra seluler. Aldosteron akan mereabsorpsi NaCl dari tubulus ginjal sehingga konsentrasi NaCl meningkat (Muhummadun, 2010)
Angiotensin II juga meningkatkan sekresi antidiuretik hormone (ADH). ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar puitari). ADH bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin (Muhummadun, 2010). Dengan meningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis). Urin menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya (Asdie, 2010).
Konsentrasi NaCl dan osmolalitas urin yang meningkat akan diencerkan (Muhummadun, 2010). Volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. Akibatnya volume darah meningkat. Volume darah meningkat, tekanan darah juga akan meningkat (Asdie, 2010).

Gejala / Keluhan Tekanan Darah Tinggi
Sebagian besar penderita tekanan darah tinggi tidak mengalami gejala spesifik yang menunjukkan peningkatan tekanan darah (Ruhyanuddin, 2006). Jika hipertensinya berat dan tidak segera diobati, maka timbul gejala seperti sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah, pandangan kabur dan penurunan kesadaran (Ruhyanuddin, 2006).
 
Komplikasi Tekanan Darah Tinggi
Beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat dari semakin lamanya tekanan yang berlebihan pada dinding arteri antara lain pada organ-organ vital seperti:
Sistem Kardiovaskuler
a. Arteriosklerosis
Kata arteriosklerosis berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengerasan arteri (Sheps, 2002). Tingginya tekanan pada dinding pembuluh darah akan mengakibatkan pembuluh darah menjadi tebal dan kaku (Sheps, 2002). Pada penderita hipertensi hal ini akan berlangsung lama sehingga terjadi pengerasan pembuluh darah atau arteriosklerosis (Asdie, 2002).
 
b. Aterosklerosis
Kata aterosklerosis berasal dari bahasa Yunani yang berarti bubur (Sheps, 2002). Arterosklerosis merupakan timbunan lemak di dalam pembuluh darah (Sheps, 2002). Hipertensi dapat mempercepat penumpukan lemak di dalam dan di bawah lapisan dinding arteri (Sheps, 2002). Hal ini dapat terjadi karena pada penderita tekanan darah tinggi volume dan tekanan darah meningkat. Meningkatnya volume dan tekanan darah akan membanyak lemak dan kolestrol yang melekat pada dinding pembuluh darah (Muhummadun, 2010). Pada penderita hipertensi hal ini akan berlangsung lama sehingga menimbulkan timbunan lemak di dalam darah yang disebut dengan aterosklerosis (Sheps, 2002).

c. Aneurisma
Pada penderita hipertensi kerja pompa jantung dan tekanan pada pembuluh darah meningkat (Sheps, 2002). Meningkatnya kerja jantung dan pembuluh darah mengakibatkan pembuluh darah menjadi tidak elastis (Sheps, 2002). Pada pembuluh darah yang tidak elastis akan ditemukan titik-titik tertentu pada dinding yang menggelembung, dan titik-titik tersebut akan mudah robek ataupun bocor. Hal seperti ini disebut dengan aneurisma (Sheps, 2002).
 
d. Gagal jantung
Menurut Suryadipraja (1999), pada penderita hipertensi, volume dan tekanan darah meningkat sehingga kerja otot-otot jantung semakin berat (Sheps, 2002). Jantung berusaha menormalkan beban pada sel otot jantung Hal ini merupakan suatu mekanisme adaptasi jantung sehingga terjadi hiperteropi otot-otot jantung. Hiperteropi otot-otot jantung yang cukup luas akan menyebabkan takikardia, pengisian ventrikel memanjang dan kekuatan kontraksi ventrikel berkurang, curah jantung yang rendah dan penumpukan cairan atau edema (Sheps, 2002).
 
e. Otak
1. Stroke Iskemik
Menurut Sheps (2002), tekanan darah tinggi juga bisa mengakibatkan aterosklerosis yaitu penumpukan lemak (plak) di dinding pembuluh darah seperti yang dijelaskan sebelumnya. Plak ini membuat permukaan dalam arteri menjadi kasar sehingga terjadi pusaran aliran darah di sekitar plak.
Hal ini merangsang terjadinya pembentukan gumpalan darah. Gumpalan darah ini berjalan mengikuti aliran darah dari pembuluh darah yang lebih besar ke yang lebih kecil di dalam otak. Gumpalan tersebut akan tersangkut dalam pembuluh darah yang tidak bisa dilaluinya lagi. Penyumbatan tersebut akan menghambat suplai darah ke sebagian otak dan menyebabkan stroke iskemik (Sheps, 2002).
2. Stroke Hemoragis
Menurut Sheps (2002), tekanan darah tinggi menyebabkan aneurisma yaitu robek atau bocornya pembuluh darah. Jika pembuluh darah robek atau pecah di dalam otak, darah akan mengalir keluar dari pembuluh darah dan mengenai jaringan otak dan sekitarnya. Jaringan-jaringan otak akan rusak karena kekurangan darah dan mengakibatkan terjadinya stroke hemoragis (Sheps, 2002).
 
f. Ginjal
Lesi arteriosklerotik dari arteriole afferent dan efferent dan jumbai kapiler glomerulus adalah lesi vaskuler renal yang paling sering pada hipertensi (Asdie, 2000). Keadaan seperti ini akan mengakibatkan turunnya tingkat filtrasi glomerulus dan disfungsi tubulus (Asdie, 2000). Aliran darah ke nefron juga akan menurun sehingga ginjal tidak dapat membuang semua produksi sisa dari dalam darah. Lama-kelamaan produk sisa akan menumpuk dalam darah, ginjal akan mengecil dan berhenti berfungsi (Muhummadun, 2000).
 
g. Mata
Hipertensi mempercepat penuaan pembuluh darah halus dalam mata (Sheps, 2002). Arteri-arteri kecil ini akan menebal dan sempit. Pembuluh-pembuluh darah akan membentuk sumbatan yang menekan vena di sekitarnya dan mengganggu aliran darah di dalam vena (Sheps, 2002).
Hipertensi juga menyebabkan pembuluh darah halus dalam retina robek. Darah menembus jaringan disekitar retina. Syaraf-syaraf yang membawa sinyal-sinyal dari mata ke otak akan mulai membengkak hingga menyebbakan kebutaan (Sheps, 2002).

 Penatalaksanaan Tekanan Darah Tinggi
Penatalaksanan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi dapat dilakukan dengan farmakologi dan non farmakologi.

Penatalaksanaan Farmakologi
Penatalaksanaan farmakologi adalah penatalaksanaan tekanan darah tinggi dengan menggunakan obat-obatan kimiawi. Beberapa jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini, antara lain:
 
a. Diuretik
Diuretik adalah obat antihipertensi yang efeknya membantu ginjal meningkatkan ekskresi natrium, klorida dan air (Setiawati & Bustami, 2005). Meningkatkan ekskresi pada ginjal akan mengurangi volume cairan di seluruh tubuh sehingga menurunkan tekanan darah (Sheps, 2002).
 
b. Penghambat Adrenergik
Menurut Sheps (2002), penghambat adrenergik merupakan sekelompok obat yang terdiri dari alfa-bloker, beta-bloker, dan alfa-beta-bloker (abetol). Penghambat adrenergik berguna untuk menghambat pelepasan rennin, angiotensin juga tidak akan aktif. Angiotensin I tidak akan dibentuk dan angiotensin II juga tidak akan berubah. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan TD (Setiawati & Bustami, 2005).
 
c. Vasodilator
Vasodilator adalah obat-obat antihipertensi yang efeknya memperlebar pembuluh darah dan dapat menurunkan tekanan darah secara langsung (Setiawati & Bustami, 2005). Obat vasodilator mempengaruhi pembuluh darah untuk melebar dengan merelaksasikan otot-otot polos arteriol (Setiawati & Bustami, 2005).
 
d. Penghambat Enzim Konversi Angiotensin
Penghambat ACE mengurangi pembentukan angiotensin II sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron yang menyebabkan terjadinya ekskresi natrium dan air, serta retensi kalsium. Akibatnya terjadi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi (Setiawati dan Bustami, 2005).
 
e. Antagonis Kalsium
Menurut Sheps (2002), cara kerja antagonis kalsium hamper sama dengan vasodilatot. Antagonis kalsium adalah obat antihipertensi yang memperlebar pembuluh darah.

Penatalaksanaan Non Farmakologi
Penatalksanaan non farmakologis merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam mengobati tekanan darah tinggi. Beberapa contoh penatalaksanaan non farmakologis antara lain:
 
a. Berhenti Merokok
Rokok dapat mempengaruhi kerja beberapa obat antihipertensi. Obat bisa tidak bekerja dengan optimal atau tidak memberi efek sama sekali. Dengan berhenti merokok efektifitas obat akan meningkat (Sheps, 2002).
 
b. Tidak Mengkonsumsi Alkohol
Alkohol dalam darah merangsang pelepasan epineprin (adrenalin) dan hormon-hormon lain yang membuat pembuluh darah menyempit dan penumpukan lebih banyak natrium dan air. Minum minuma beralkohol yang berlebihan juga menyebabkan kekurangan gizi yaitu penurunan kadar kalsium dan magnesium (Sheps, 2010).
 
c. Diet
Penurunan diet natrium dari 180 mmol (10,5 gr) per hari menjadi 80-100 mmol (4.7 - 5.8 gr) per hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik 4-6 mmHg (Joewono, 2003). Untuk mengendalikan hipertensi, kita harus membatasi asupan natrium dalam makanan. Selain membatasi natrium, mengurangi makanan berlemak, makan lebih banyak biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan produk susu rendah lemak akan meningkatkan kesehatan kita secara menyeluruh dan memberikan manfaat khusus bagi penderita tekanan darah tinggi (Sheps, 2002).
 
d. Olahraga teratur
Olahraga teratur mampu menurunkan jumlah lemak serta meningkatkan kekuatan otot terutama otot jantung. Berkurangnya lemak dan volume tubuh, berarti mengurangi resiko tekanan darah tinggi juga (Shep, 2002).
 
e. Penanganan Faktor Psikologis dan Stress
Hormon epineprin dan kortisol yang dilepaskan saat stress menyebabkan peningkatan tekanan darah dengan menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan denyut jantung. Besarnya peningkatan tekanan darah tergantung pada beratnya stress dan sejauh mana kita dapat mengatasinya. Penanganan stress yang adekuat dapat berpengaruh baik terhadap penurunan tekanan darah (Sheps, 2002).
 
f. Cara-cara Lain
Cara lain untuk menurunkan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi salah satunya adalah dengan mengkonsumsi tumbuhan-tumbuhan herbal yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Beberapa contoh tumbuhan herbal yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain bunga rosella (hibiscus Sabdariffa Linn), buah mengkudu, kumis kucing, mentimun, bawang putih, pegagan, belimbing daun dan buah alpukat, daun seledri, daun selada air, bawang putih, dan lain-lain (Sheps, 2002).
Salah satu contoh tanaman herbal yang akan saya bicarakan dalam skripsi ini adalah bunga rosella (hibiscus Sabdariffa Linn). Salah satu kandungan bunga rosella yang dikenal khasiatnya sebagai diuretik adalah anthocyanin, gossipetin dan hibicin (Maryani & Kristana, 2008). Seorang ahli farmakognosi di Senegal telah merekomendasikan kelopak bunga rosella untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Mengapa Tekanan Darah Meningkat?
Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat.
Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.


Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi
Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:
•    Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
•    Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
•    Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
•    Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
•    Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
•    Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
•    Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
•    Kendalikan kadar kolesterol Anda.
•    Kendalikan diabetes Anda.
•    Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.

Agar Anda terhindar dari gangguan tekanan darah ini, konsumsilah sejumlah makanan berikut secara teratur.

1. Bayam
Bayam merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Tidak hanya melindungi Anda dari penyakit jantung, tetapi juga dapat mengurangi tekanan darah. Selain itu, kandungan folat dalam bayam dapat melindungi tubuh dari homosistein yang membuat bahan kimia berbahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat tinggi asam amino (homosistein) dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

2. Biji bunga matahari
Mungkin Anda lebih mengenalnya dengan sebutan kuaci. Kandungan magnesiumnya sangat tinggi dan biji bunga matahari mengandung pitosterol, yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol tinggi merupakan pemicu tekanan darah tinggi,  karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Tapi, pastikan Anda mengonsumsi kuaci segar yang tidak diberi garam.

3. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, kacang merah mengandung magnesium dan potasium. Potasium dikenal cukup efektif menurunkan tekanan darah tinggi. 

4. Pisang
Buah ini tidak hanya menawarkan rasa lezat tetapi juga membuat tekanan darah lebih sehat. Pisang mengandung kalium dan serat tinggi yang bermanfaat mencegah penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa satu pisang sehari cukup untuk membantu mencegah tekanan darah tinggi.

5. Kedelai
Banyak sekali keuntungan mengonsumsi kacang kedelai bagi kesehatan Anda. Salah satunya dalah menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi. Kandungan isoflavonnya memang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

6. Kentang
Nutrisi dari kentang sering hilang karena cara memasaknya yang tidak sehat. Padahal kandungan mineral, serat dan potasium pada kentang sangat tinggi yang sangat baik untuk menstabilkan tekanan darah.

7. Cokelat pekat (dark chocolate)
Pecinta cokelat pasti akan senang, karena kandungan flavonoid dalam cokelat dapat membantu  menurunkan tekanan darah dengan merangsang produksi nitrat oksida. Nitrat oksida membuat sinyal otot-otot sekitar pembuluh darah untuk lebih relaks, dan menyebabkan aliran darah meningkat.

8. Avokad
Asam oleat dalam avokad, dapat membantu mengurangi kolesterol. Selain itu, kandungan kalium dan asam folat, sangat penting untuk kesehatan jantung.


Sumber:
Artikel Kesehatan

Jurnal USU

Viva News

Tidur Islami Banyak Manfaat

Bismillahirrahmaanirrahim

Beberapa waktu yang lalu belajar blok 3 Biologi Molekuler salah satu skenarionya membahas tentang hubungan kebiasaan tidur larut malam dan kanker.

Saya yang memiliki kebiasaan tidur dengan lampu terang sejak kecil merasa takut bila tidur dalam kondisi gelap, akhir-akhir ini juga sering bergadang apalagi saat sudah berada di jenjang kuliah ini belajar untuk ujian blok. Tapi ketika belajar tentang hubungan tidur larut malam, cahaya, dan kanker jadi agak takut buat bergadang.

Berikut ini beberapa hal tentang tidur Islami

Adab Islami sebelum tidur yang seharusnya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim adalah sebagai berikut. 

Pertama: Tidurlah dalam keadaan berwudhu.
Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅِุฐَุง ุฃَุชَูŠْุชَ ู…َุถْุฌَุนَูƒَ ูَุชَูˆَุถَّุฃْ ูˆُุถُูˆุกَูƒَ ู„ِู„ุตَّู„ุงَุฉِ ، ุซُู…َّ ุงุถْุทَุฌِุนْ ุนَู„َู‰ ุดِู‚ِّูƒَ ุงู„ุฃَูŠْู…َู†ِ
Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Kedua: Tidur berbaring pada sisi kanan.
Hal ini berdasarkan hadits di atas. Adapun manfaatnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” (Zaadul Ma’ad, 1/321-322).

Ketiga: Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlas (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikatakan oleh istrinya ‘Aisyah.
Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,
ูƒَุงู†َ ุฅِุฐَุง ุฃَูˆَู‰ ุฅِู„َู‰ ูِุฑَุงุดِู‡ِ ูƒُู„َّ ู„َูŠْู„َุฉٍ ุฌَู…َุนَ ูƒَูَّูŠْู‡ِ ุซُู…َّ ู†َูَุซَ ูِูŠู‡ِู…َุง ูَู‚َุฑَุฃَ ูِูŠู‡ِู…َุง ( ู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ ) ูˆَ ( ู‚ُู„ْ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงู„ْูَู„َู‚ِ ) ูˆَ ( ู‚ُู„ْ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงู„ู†َّุงุณِ ) ุซُู…َّ ูŠَู…ْุณَุญُ ุจِู‡ِู…َุง ู…َุง ุงุณْุชَุทَุงุนَ ู…ِู†ْ ุฌَุณَุฏِู‡ِ ูŠَุจْุฏَุฃُ ุจِู‡ِู…َุง ุนَู„َู‰ ุฑَุฃْุณِู‡ِ ูˆَูˆَุฌْู‡ِู‡ِ ูˆَู…َุง ุฃَู‚ْุจَู„َ ู…ِู†ْ ุฌَุณَุฏِู‡ِ ูŠَูْุนَู„ُ ุฐَู„ِูƒَ ุซَู„ุงَุซَ ู…َุฑَّุงุชٍ
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017). Membaca Al Qur’an sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini lebih menenangkan hati dan pikiran daripada sekedar mendengarkan alunan musik.

Keempat: Membaca ayat kursi sebelum tidur.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,
ูˆَูƒَّู„َู†ِู‰ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุจِุญِูْุธِ ุฒَูƒَุงุฉِ ุฑَู…َุถَุงู†َ ، ูَุฃَุชَุงู†ِู‰ ุขุชٍ ، ูَุฌَุนَู„َ ูŠَุญْุซُูˆ ู…ِู†َ ุงู„ุทَّุนَุงู…ِ ، ูَุฃَุฎَุฐْุชُู‡ُ ูَู‚ُู„ْุชُ ู„ุฃَุฑْูَุนَู†َّูƒَ ุฅِู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – . ูَุฐَูƒَุฑَ ุงู„ْุญَุฏِูŠุซَ ูَู‚َุงู„َ ุฅِุฐَุง ุฃَูˆَูŠْุชَ ุฅِู„َู‰ ูِุฑَุงุดِูƒَ ูَุงู‚ْุฑَุฃْ ุขูŠَุฉَ ุงู„ْูƒُุฑْุณِู‰ِّ ู„َู†ْ ูŠَุฒَุงู„َ ุนَู„َูŠْูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญَุงูِุธٌ ، ูˆَู„ุงَ ูŠَู‚ْุฑَุจُูƒَ ุดَูŠْุทَุงู†ٌ ุญَุชَّู‰ ุชُุตْุจِุญَ . ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – « ุตَุฏَู‚َูƒَ ูˆَู‡ْูˆَ ูƒَุฐُูˆุจٌ ، ุฐَุงูƒَ ุดَูŠْุทَุงู†ٌ »
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. (HR. Bukhari no. 3275)

Kelima: Membaca do’a sebelum tidur
Dari Hudzaifah, ia berkata,
ูƒَุงู†َ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุฃَู†ْ ูŠَู†َุงู…َ ู‚َุงู„َ « ุจِุงุณْู…ِูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَู…ُูˆุชُ ูˆَุฃَุญْูŠَุง » . ูˆَุฅِุฐَุง ุงุณْุชَูŠْู‚َุธَ ู…ِู†ْ ู…َู†َุงู…ِู‡ِ ู‚َุงู„َ « ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِู‰ ุฃَุญْูŠَุงู†َุง ุจَุนْุฏَ ู…َุง ุฃَู…َุงุชَู†َุง ، ูˆَุฅِู„َูŠْู‡ِ ุงู„ู†ُّุดُูˆุฑُ »
Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)
Masih ada beberapa dzikir sebelum tidur lainnya yang tidak kami sebutkan dalam tulisan kali ini. Silakan menelaahnya di buku Hisnul Muslim, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni.

Keenam: Sebisa mungkin membiasakan tidur di awal malam (tidak sering begadang) jika tidak ada kepentingan yang bermanfaat.
Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูƒَุงู†َ ูŠَูƒْุฑَู‡ُ ุงู„ู†َّูˆْู…َ ู‚َุจْู„َ ุงู„ْุนِุดَุงุกِ ูˆَุงู„ْุญَุฏِูŠุซَ ุจَุนْุฏَู‡َุง
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah).

Perintah tidur:
“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (QS. Al-Furqaan: 47)

Pada kenyataannya, sebagian besar orang tidak memahami makna tidur berkualitas dan menganggap tidur sebagai suatu rutinitas yang terjadi setiap malam. Seringkali, tidur dilakukan secara tidak teratur. Kualitas tidur yang kurang optimal tersebut menyebabkan sistem tidur menjadi tidak seimbang sehingga tubuh kehilangan energi lebih besar. Berdasarkan studi yang dilakukan University of California, diketahui bahwa orang yang tidur selama delapan jam atau lebih memiliki tingkat mortalitas 50% lebih tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kuantitas lamanya tidur tidak memberikan pengaruh positif pada seseorang, justru yang lebih penting adalah kualitas tidur yang menentukan kualitas fisik, mental, dan emosional seseorang.

Allah menciptakan manusia dan organ-organ tubuhnya untuk bekerja di waktu siang dan beristirahat di malam hari. Manajemen waktu tidur optimal di malam hari dalam tuntunan Islam dapat ditelaah dari QS. Adz-Dzariyaat ayat 15-18:

(15) Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, (16) Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. (17) Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. (18) Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

Rasulullah juga mencontohkan untuk tidur di awal malam dan bangun di awal sepertiga malam terakhir.

“Dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum Isya’ dan bercakap-cakap setelahnya.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra., bahwasanya Nabi saw. biasa tidur pada permulaan malam dan bangun pada akhir malam, kemudian mengerjakan salat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidur optimal berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah di atas dapat dibuktikan kebenarannya. Dr Ray Meddis, profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology, mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama tiga jam. Oleh karena itu, pengaturan waktu tidur yang baik haruslah sesuai kadar yang dibutuhkan dan dilakukan secara optimal.

Selain tidur di awal malam, Rasulullah menganjurkan untuk mematikan lampu ketika tidur. Hal tersebut sesuai dengan hadits:

"Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut dapat dijelaskan melalui mekanisme fisiologis pada manusia. Saat kondisi lingkungan mulai gelap, sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar pineal meningkat. Produksi hormon ini mempengaruhi aktivitas otak dalam menimbulkan rasa kantuk, sehingga semakin malam, orang akan merasa semakin mengantuk. Fungsi dari rasa kantuk adalah sebagai sinyal positif tubuh agar segera mengistirahatkannya. Hormon yang mempengaruhi irama sirkadian ini kemudian akan menyesuaikan sehingga terjadi sinkronisasi antara siklus tidur dengan siklus pergantian siang dan malam di lingkungan.
Melatonin akan berperan dalam pengaturan jam biologis pada tubuh kita, yakni menjadi semacam lonceng yang mengatur kapankah tubuh kita untuk bangun dan tidur. Melatonin juga membantu tubuh untuk lebih nyenyak ketika tidur. Melatonin dapat pula menyebabkan kantuk, dengan cara menurunkan sedikit suhu tubuh. Dari situ, proses tidur pun jadi lebih cepat, karena biasanya suhu tubuh turun sekitar waktu tidur dimulai. Dengan begitu pula, seseorang bisa tidur lelap tanpa gangguan bangun mendadak di malam hari. Kualitas tidur pun akan menjadi meningkat karenanya.

Di luar urusan tidur, melatonin pula yang berperan membantu seseorang mengatasi masalah emosional hingga depresi. Ia bahkan berfungsi untuk menaikkan daya tahan tubuh dan mengatasi sistem kekebalan yang rendah. Ini karena melatonin bekerja mendukung jaringan hormon dan metabolisme di dalam tubuh yang selalu berubah seiring dengan kegiatan fisik, keadaan mental, dan stres. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwasanya melatonin akan membantu meningkatkan kekebalan seseorang terhadap kanker. Terutama kanker payudara dan kanker prostat. Wah, subhanallah. Melatonin ini bermanfaat sekali ya ternyata.

Lalu, apa hubungannya Melatonin dan Gelap? Melatonin ini hanya mau muncul dan diproduksi ketika dalam kegelapan. Jika ada cahaya sedikit saja, maka produksi Melatonin akan terhenti. Dan itulah mengapa, orang yang tidur dalam keadaan lampu menyala akan lebih mudah terjaga dalam tidur. Karena Melatonin, si hormon unik nan baik hati ini tak lagi di produksi.
Tidur yang berkualitas di malam hari merupakan upaya optimalisasi dalam detoksifikasi untuk menetralisir toksin yang mengontaminasi tubuh. Detoksifikasi tubuh, terjadi terutama pada hati, tercapai optimal saat tidur. Mekanisme tersebut berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin. Pada tidur yang berkualitas, detoksifikasi hati dapat berjalan optimal, khususnya dalam pembentukan asam amino glutathione sebagai antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas. 

Dalam tuntunan Islam, manajemen tidur di malam hari dilakukan dengan tidur di awal malam dan bangun di awal sepertiga malam dengan mematikan lampu saat tidur. Tidur yang berkualitas di malam hari melalui manajemen tersebut menjadikan detoksifikasi hati berjalan optimal melalui pembentukan antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas. Demikian, Islam telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Apabila umat Islam mengamalkannya secara keseluruhan tentu akan bermanfaat di dunia maupun akhirat. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah berikut:

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (Al-An’am: 153)



Sumber:
http://fk.uns.ac.id/index.php/penelitianmahasiswa/detail/9/detoksifikasi-tubuh-sebagai-hikmah-optimalisasi-tidur-di-malam-hari-berdasarkan-tuntunan-sang-maha-pengatur-hidup

http://nafsacha.blogspot.com/2010/12/berdamai-dengan-gelap.html

http://syiarfkuns.blogspot.com/2011/12/mutiara-hadits-tidur-islami.html#more

Jumat, 13 Januari 2012

SEBUAH SURAT UNTUK DOKTER DAN MAHASISWA KEDOKTERAN

Rekan sejawat yang terhormat,
Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.
Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.
Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.
Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.
Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.
Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.
Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”
Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.
Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…
NB :
Ini bukan provokasi untuk menjadi dokter miskin, bukan juga mengatakan bahwa dokter tidak perlu penghormatan atau hal-hal duniawi lainnya. Tulisan ini hanya sekadar sebuah nasihat untuk diri sendiri dan rekan sejawat semua untuk meluruskan kembali niat kita dalam menjadi seorang dokter. Karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Silakan menjadi kaya, silakan menjadi terhormat, asal jangan itu yang menjadi tujuan kita. Dokter terlalu rendah jika diniatkan hanya untuk keuntungan duniawi semata. Mungkin akan sangat susah untuk menggenggam erat idealisme ini nantinya. Namun saya yakin, jika ada kemauan yang kuat dan niat yang tepat, idealisme ini akan terbawa sampai mati. Walaupun harus sendirian dalam memperjuangkannya, walaupun banyak yang mencemooh dan merendahkan. Saya yakin, Allah tidak akan pernah salah menilai setiap usaha dan perjuangan hamba-hamba-Nya. Tidak akan pernah.
Aditya Putra Priyahita,
seorang yang sangat merindukan sebuah reuni anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di surga nanti
  

Kamis, 12 Januari 2012

What a Nice Adventure with you all !


pulang ke kotamu
ada setangkup haru dalam rindu
masih seperti dulu tiap sudut menyapaku
bersahabat penuh selaksa makna

terhanyut aku akan nostalgia
saat kita sering luangkan waktu
nikmati bersama suasana jogja

di persimpangan langkahku terhenti
ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
orang duduk bersila

musisi jalanan mulai beraksi
seiring laraku kehilanganmu
merintih sendiri ditelan deru kotamu

walau kini kau tlah tiada, tak kembali
namun kotamu hadirkan senyummu abadi
izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
bila hati mulai sepi tanpa terobati

musisi jalanan mulai beraksi
seiring laraku kehilanganmu
merintih sendiri ditelan deru kota

walau kini kau tlah tiada, tak kembali
namun kotamu hadirkan senyummu abadi
izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi (untuk selalu pulang lagi)
bila hati mulai sepi tanpa terobati (bila hati mulai sepi tanpa terobati)

izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi (izinkanlah aku)
bila hati mulai sepi tanpa terobati (selalu pulang lagi, selalu pulang lagi)

yupz itu adalah lirik lagu Yogyakarta - Katon Bagaskara yang didaur ulang UNGU. Kenal ini gara-gara UNGU dong hehe *cliquers :)


Jum'at yang lalu tepatnya 6 Januari 2012 sehabis selesai remed ujian blok, aku, Fitria, Saskia, Siti, dan Dewi pergi jalan-jalan menjelajahi Kota Gudeg ini. Berangkat naik kereta dari Stasiun Balapan pukul 06.30 WIB sampai Stasiun Tugu jam delapan kurang lah hehe. Lanjut jalan ke Malioboro, masih sepi *ya iyalah masih jam berapa -_-
Di tengah perjalanan nemu peta Kota Jogja dan ini sangat membantu kami *maklum buta Jogja
Lanjut ke tujuan pertama Benteng Vredeburg *yeah :) kontras banget ya dibandingin Benteng Vasternburg di Solo. Vredeburg lebih terawat dan ada diorama keren juga. Tiket masuk cuma Rp 1.000,-  Awalnya kita kira belum buka, eh ternyata emang nggak dibuka soalnya ruangan ber-ACsekarang. Di sini kita foto-foto dong ya, dan yang jadi fotografer adiknya Fitria (Saskia) :)

Lanjut ke Taman Pintar, masuk lewat pintu belakang. Mau masuk loket belum buka. ya udah nunggu. Ehm tiket masuknya lumayan sih Rp 15.000,- buat orang dewasa itu masuk tiga ruang oval, kotak, dan satunya apa ya? *lupa. Dalamnya keren deh, banyak ilmu pengetahuan disitu. Recommended for my brother !

Mari lanjutkan perjalanan ke Keraton (rencananya sih lewat alun-alun utara) ! Dari Taman Pintar melewati Bank Indonesia (gede banget, beda sama Solo lagi), Kantor Pos, dan Monumen Serangan Umum 1 Maret. Karena capek + lapar, finally cari makan di daerah alun-alun nemu warung Gudeg dan ternyata Ibu penjualnya alumni FK UNS juga (wow!). For the first time makan Gudeg bareng teman" yang hebat ini. :) Disini Ibu malah cerita banyak dan ngasih tau tempat wisata di Jogja. Thanks ibu :)

Saatnya melanjutkan perjalanan ke Taman Sari. Sampai di Taman Sari tiba-tibaada bapak-bapak tour gide yang nganterin + jelasin kita tentang Taman Sari yaitu ada masjid bawah tanah, tempat pemandian raja, dan istana air. Arsitekturnya emang bgaus buat foto-foto suh, banyak nilai historisnya juga. Kaki udah mulai capek naik turun tangga dan udah jam 12 lebih. Finally memutuskan untuk segera ke alun-alun selatan, disini katanya da masangin >> pakai penutup mata kalau bisa melewati 2 pohon beringin. Haha nggak terlalu tertarik sih.

Dari alun-alun selatan saatnya menuju UGM, karena jauh banget akhirnya kami memutuskan naik Trans Jogja. Jalan deh dari Stasiun ke halte Trans Jogja, entahlah jaraknya berapa kilo. Tetep semangat! Yeah setelah beberapa menit akhirnya sampai UGM. Mampir Kopma + gerbang depannya. Karena cuaca udah mendung dan udah sore akhirnya memutuskan untuk balik. Mampir Malioboro buat beli sesuatu dulu then Stasiun Tugu. Prameks datang telat dan udah penuh banget. Dan kenyataan sesuai tiket yang dibeli kelas berdiri sayang, ya sudahlah *padahal di Trans Jogja udah berdiri lama :(
Masih berhenti lama juga di tengah perjalanan, buat menghilangkan kebosanan lihat hasil foto yang tadi :) finally sampai solo jam setengah enam-an. It was very tired day but I'm very happy. What a nice adventure with tou all :* :*