Sabtu, 21 Januari 2012

SurgaMu



Segala yang ada dalam hidupku
Kusadari semua milikMu
Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa

Tunjukkan aku jalan lurusMu

Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku

Karena

Kutahu
Hanya Engkau
Tuhanku

Chorus:

Allahu Akbar
Allah Maha Besar
Ku memujaMu di setiap waktu

Hanyalah padaMu

Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu
Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku

Karena

Kutahu
Hanya Engkau
Tuhanku

Chorus


Hanyalah kepadaMu

Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu


from: SurgaMu by UNGU

Doa yang Terlupakan


Akhirnya ku hanya memilikiMu
Dalam hidupku kini
Dan akhirnya hanyalah tentang diriMu
Yang meyakini setiap langkahku

Setelah aku menampikkan diriMu

Setelah aku meninggalkan Mu

Ya Tuhanku.. ampuni sgala dosaku

Tunjukkan ku jalan kembali untukMu
Ya Tuhanku.. rahmati sgala langkahku
Agar ku temukan indahnya cintaMu

Kusadari hanyalah pada diriMu

Ku kan temukan cinta sejatiku
Kusadari hanyalah tentang diriMu
Yang mendamaikan seluruh jiwaku 


from : Doa yang Terlupakan by UNGU

Semangat !!!

Bismillah

Semangat! Hidupmu tak berhenti disini, jalan masih panjang sayang. Jika itu yang terbaik, terimalah sebagai cambuk agar kamu bisa lebih baik lagi. Agar kamu tak bermalas-malasan lagi. Ingat pengorbanan orang tuamu yang begitu besar. Ya Rabb aku tahu Engkau Maha Mengetahui atas segala sesuatu, aku mohon berilah hambamu kekuatan menerima semua ini. :(


I Believe

When you’re searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He’s always close to you

He’s the one who knows you best
He knows what’s in your heart
You’ll find your peace at last
If you just have faith in Him

You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day

Chorus:
I believe
I believe
Do you believe, oh do you believe?

Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time
No creature could be compared to him
So full of light and blessings

You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
If God wills we’ll meet one day

Chorus

If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through

I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace

Chorus

I believe I believe, I believe I believe


Lyrics: Maher Zain, Bara Kherigi & Irfan Makki
Melody: Irfan Makki & Maher Zain
Arrangement: Maher Zain



7 Surga

Penyanyi: Edcoustic feat Fika
Cipt : Aden
Produksi: Forte Record

Kumandang cinta bergema hingga kehati

Lafaz lafaz asmara memanggil jiwa yang rapuh

Rapuhnya aku Kau maha tahu

Pagi siang malam dunia yang kutuju

Saat kujatuh baru kusadar Kau lah segalanya

Reff:

Tuhan kuangkat kedua tanganku

Sudikah Engkau menerima cintaku

Berdarah-darah akan kutempuh

Menggapai tarikat cintaMu

Tujuh surga pun aku tak pantas

Menerima diri yang bersimbah dosa

Kuharap cinta dan ampunanMu

Setinggi arasy-Mu seluas semesta cinta



Jalan Masih Panjang

Cipt : Aden
Penyanyi: Edcoustic
Produksi : Forte

Oh Jalan masih panjang terbentang dihadapan
 

Tak hanya sekedar dunia
 

Lihatlah kedepan yang lalu biar berlalu
 

Jadikan pemicu kalbu
 

Reff:
 

Jalan hidup takkan pernah lurus
 

Pasti ada salah lewati segalanya
 

Tapi Tuhan tak pernah berhenti
 

Membuka jendela maaf untuk kita

Kamis, 19 Januari 2012

Malpraktek Sudah Diatur Islam Sejak Dahulu

Inilah kesempurnaan ajaran agama Islam, jauh sebelum kedokteran modern merumuskan tentang malpraktek dan ketentuannya, Agama Islam telah meletakkan dasar mengenai hal ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَطَبَّبَ وَلَمْ يُعْلَمْ مِنْهُ طِبٌّ قَبْلَ ذَلِكَ فَهُوَ ضَامِنٌ
“Barang siapa yang melakukan pengobatan dan dia tidak mengetahui ilmunya sebelum itu maka dia yang bertanggung jawab.” [HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah dan yang  lain, hadits hasan no. 54  kitab Bahjah Qulub Al-Abrar]

Menurut pengertian kedokteran modern, malpraktek adalah praktek kedokteran yang salah atau tidak sesuai dengan standar profesi atau standar prosedur operasional. Dalam kamus kedokteran Dorland dijelaskan,
“Malpraktek adalah praktek yang tidak benar atau mencelakakan; tindakan kedokteran yang tidak terampil atau keliru [Dorland hal. 1282, edisi 29]

Jika melakukan malpkraktek harus bertanggungjawab
Ulama sekaligus dokter terkenal di zamannya, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu berkata,
فإيجابُ الضمان على الطبيب الجاهل،
فإذا تعاطى عِلمَ الطِّب وعمله، ولم يتقدم له به معرفة
“Maka wajib mengganti rugi [bertanggung jawab] bagi dokter yang bodoh jika melakukan praktek kedokteran dan tidak mengetahui/mempelajari ilmu kedokteran sebelumnya” [Thibbun Nabawi hal. 88, Al-Maktab Ats-Tsaqafi, Koiro]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata,
أنه لا يحل لأحد أن يتعاطى صناعة من الصناعات
وهو لا يحسنها ، سواء كان طبا أو غيره ،
وأن من تجرأ على ذلك ، فهو آثم . وما ترتب على عمله
من تلف نفس أو عضو أو نحوهما ، فهو ضامن له
“Tidak boleh bagi seseorang melakukan suatu praktek pekerjaan dimana ia tidak mumpuni dalam hal tersebut. Demikian juga dengan praktek kedokteran dan lainnya. Barangsiapa lancang melanggar maka ia berdosa. Dan apa yang ditimbulkan dari perbuatannya berupa hilangnya nyawa dan kerusakan anggota tubuh atau sejenisnya, maka ia harus bertanggung jawab.” [Bahjah Qulubil Abrar hal. 155, Dar Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut, cet-ke-1, 1423 H]

Al-khathabi rahimahullahu berkata
لا أعلم خلافاً فى أن المعالِج إذا تعدَّى، فتَلِفَ المريضُ
كان ضامناً، والمتعاطى علماً أو عملاً لا يعرفه متعد،
فإذا تولَّد من فعله التلف ضمن الدية، وسقط عنه القَودُ،
لأنه لا يستبِدُّ بذلك بدون إذن المريض وجنايةُ المُتطبب
فى قول عامة الفقهاء على عاقِلَتِه
“Saya tidak mengetahui adanya perselisihan dalam pengobatan apabila seseorang melakukan kesalahan, sehingga menimbulkan mudharat pada pasien, maka ia harus menanggung ganti rugi. Orang yang melakukan praktek [kedokteran] yang tidak mengetahui ilmu dan terapannya, maka ia adalah orang yang melampui batas. Apabila terjadi kerusakan akibat perbuatannya, maka ia harus bertanggung jawab dengan mennganti diyat.” [” [Thibbun Nabawi hal. 88, Al-Maktab Ats-Tsaqafi, Koiro]

 Musibah tanpa malpraktek dan malpraktek tanpa musibah
Kedua istilah ini dikenal dalam kedokteran modern. Musibah tanpa malpraktek misalnya,
Pasien meninggal dalam suatu operasi, walaupun dokter sudah melakukan segala cara yang harus dilakukan sesuai dengan ilmu yang dipelajari dan pengalaman yang diperoleh [Terhindar dari Malpraktek hal. 2, dr. Bahar sp.B onk, Kawan Pustaka, 2005]

Maka hal ini juga sudah ditegaskan dalam Islam, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata,
أن الطبيب الحاذق ونحوه إذا باشر ولم تجن يده ،
وترتب على ذلك تلف ، فليس بضامن ؛ لأنه مأذون فيه
من المكلف أو وليه . فكل ما ترتب على المأذون فيه ،
فهو غير مضمون
“Dokter yang mahir, jika melakukan [praktek kedokteran] dan tidak melakukan kesalahan, kemudian terjadi dalam prakteknya kerusakan/bahaya. Maka ia tidak harus mengganti rugi. Karena ia mendapat izin dari pasien atau wali pasien. Dan segala kerusakan yang timbul dalam perbuatan yang mendapat izin, maka tidak harus mengganti rugi.” [Bahjah Qulubil Abrar hal. 156, Dar Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut, cet-ke-1, 1423 H]

Maksud mendapat izin yaitu ada ridha dari pasien bahwa ia mau diobati oleh dokter, atau ia meminta dokter untuk melakukan pengobatan padanya. Hal ini diperkuat dengan kaidah fiqhiyah.
ما ترتب على المأذون فهو غير مضمون, و العكس بالعكس
“Apa-apa [kerusakan] yang timbul dari sesuatu yang mendapat izin, maka tidak harus mengganti rugi, dan kebalikannya” [Al-Qawaaidul Ushuul Jaami’ah hal. 21, Darul Wathan, Riyadh, cet. Ke-2, 1422 H]

Malpraktek tanpa musibah misalnya, pasien diperiksa dengan berbagai alat canggih berbiaya mahal. Walaupun tidak diperlukan. Maka hal ini juga dilarang dalam Islam, karena sebaiknya kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita ingin diperlakukan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”[HR. Bukhari-Muslim]

Rincian malpraktek
Bahkan kesalahan dan ganti rugi dengan rinci dijelaskan oleh ulama Islam. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu merincinya ada lima pembagian:
1. Dokter yang mahir, melakukan praktek sesuai standar dan tidak melakukan kecerobohan
Kemudian terjadi efek yang kurang baik bagi pasien, maka ia tidak harus bertanggung jawab dengan mengganti.
Kami [penulis] beri contoh kasus disaat ini, misalnya pasien mendapat obat dari dokter, kemudian dokter sudah bertanya apakah ia mempunyai alergi dengan obat tertentu, maka pasien menjawab tidak tahu, kemudia dokter menjelaskan bisa jadi terjadi alergi. Kemudian pasien memilih menggunakan obat tersebut. Kemudian terjadi alergi berupa gatal-gatal pada pasien tersebut. Maka dokter tidak wajib mengganti kerugian. Alasannya lainnya juga karena kita tidak tahu apakah ia alergi obat apa tidak, karena ketahuan hanya jika sudah dicoba mengkonsumsi.

2. Dokter yang bodoh dan melakukan praktek kedokteran
Kemudian terjadi bahaya bagi pasien, maka dokter wajib bertanggung jawab atau ganti rugi berupa diyat.
Kami [penulis] beri contoh kasus disaat ini, misalnya mahasiswa kedokteran yang masih belajar [co-aas] melakukan praktek kemudian terjadi kesalahan yang merugikan pasien maka ia wajib bertaggung jawab.

3. Dokter yang mahir, mendapatkan izin, kemudian melakukan kecerobohan.
Maka ia wajib bertanggung jawab, akan tetapi ada perselisihan dalam penggantian diyat, bisa jadi dari harta dokter ataupun dari baitul mal [kas negara].
Kami [penulis] beri contoh kasus disaat ini, misalnya dokter bedah ketika membedah, pisau bedah tertinggal diperut pasien, kemudian perut pasien rusak, maka dokter bedah wajib bertanggung jawab.

4. Dokter yang mahir, berijtihad memberikan suatu resep obat, kemudian ia salah dalam ijtihadnya
Maka ia wajib bertanggung jawab dan ada dua pendapat tentang harta pengganti, bisa dari baitul mal [kas negara] atau harta keluarganya.

5. Dokter yang mahir, melakukan pengobatan kepada anak kecil atau orang gila tanpa izinya teta[i mendapat izin walinya
Kemudian terjadi kerusakan/bahaya bagi pasien maka ganti rugi dirinci, jika ia melakukan kecorobohan, maka ia wajib mengganti jika tidak maka tidak perlu mengganti.
[lihat Thibbun Nabawi hal. 88-90, Al-Maktab Ats-Tsaqafi, Koiro]

Ganti ruginya apa?
Ini juga sudah diatur dalam Islam, kita bisa membaca panjang lebar penjelasan ulama dalam pembahasan fiqh kitab Jinayaat  yaitu tentang kejahatan dan ganti rugi.
Kita ambil contoh, misalnya dokter bedah ketika membedah, pisau bedah tertinggal diperut pasien, kemudian perut pasien meninggal. maka dokter bedah harus bertanggung jawab, tetapi ia tidak diqishas dengan dibunuh juga, tetapi harus bertanggung jawab membayar diyatnya baik dari hartanya atau kas negara.
Dalam penbahasan Jinayaat  juga dirinci berapa diyat jika merusak wajah, hidung, mata, kaki dan lain-liannya dengan rinci. Silahkan merujuk pada kitab fiqh, maka kita akan mendapatkan penjelasan yang rinci. Karena ini menunjukkan kesempurnaan ajaran Islam.

Penutup
Demikianlah, melalui tulisan ini kami ingin membuktikan bahwa agama Islam adalah agama sempurna yang sudah memberikan petunjuk segala macam sisi kehidupan manusia baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat.
Begitu juga dengan ilmu kedokteran, para ulama juga menaruh perhatian besar terhadap ilmu kedokteran bahkan ada juga yang merangkan ulama sekaligus dokter. Akan tetapi kaum muslimin sekarang ini jauh dari ulama, sehingga tidak tahu bahwa apa yang mereka dapatkan dari orang-orang kafir ternyata ada dalam ajaran Islam.
Hal Ini mengingatkan kami dengan apa yang menjadi penyesalan Imam Asy-Syafi’i  rahimahullahu kepada kelalaian umat Islam terhadap Ilmu medis sehingga beliau berkata,
ضَيَّعُوا ثُلُثَ العِلْمِ وَوَكَلُوهُ إِلَى اليَهُوْدِ وَالنَّصَارَى.
“Umat Islam telah menyia-nyiakan sepertiga Ilmu dan meyerahkannya kepada umat Yahudi dan Nasrani.” [Siyar A’lam An-Nubala  Adz-Dzahabi 8/258, Darul Hadits, Koiro, 1427 H, Asy-Syamilah]

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Disempurnakan di Lombok, Pulau seribu Masjid
23 Shafar 1433 H bertepatan 17 Januari 2012
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel http//muslimafiyah.com

Sumber :
http://muslimafiyah.com/malprakrek-sudah-diatur-islam-sejak-dahulu.html

Rabu, 18 Januari 2012

Edcoustic

Tepatnya Sabtu 14 Januari 2012 Edcoustic menjadi salah satu bintang tamu di acara seminar nasional yang diadakan oleh Imamta UNS di Auditorium UNS.

Jujur sebenarnya awal saya suka Edcoustic karena lagu Muhasabah Cinta yang sangat dalam arti liriknya.
Mau tau? This is it

Wahai Pemilik nyawaku betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari-Mu kupasrahkan semua pada-Mu
Tuhan baru kusadar indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur kini kuharapkan cinta-Mu
 

Reff:
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir dikidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini ya ilahi..
Muhasabah cintaku
Tuhan kuatkan aku lindungiku dari putus asa
Jika kuharus mati pertemukan aku dengan-Mu


What do you think about it? Bagus banget kan? :)
Dan dari lagu itu jadi suka lagu yang lain juga, sampai download semua albumnya hehe ^^
Lagunya bagus sih, tentang Islam semua *kan namanya nasyid
Semua lengkap mulai dari Cinta Allah, mengagumi ciptaannya, tidak mudah putus asa, perjuangan, persahabatan. Recommended deh!

Oke Sabtu kemarin Edcoustic perform 4 lagu yaitu Aku Ingin MencintaiMu Setulusnya, Sebiru Hari Ini, Menjadi Diriku, dan Muhasabah Cinta.
Ini dia liriknya

Aku Ingin MencintaiMu Setulusnya

Tuhan betapa aku malu atas semua yang kau beri
Padahal diriku terlalu sering membuatMu kecewa
Entah mungkin karena ku terlena sementara Engkau beri
Aku kesempatan berulangkali agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMu
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMu
Aku ingin mencintaiMu setulusnya
Sebenar-benar aku cinta
Dalam doa dalam ucapan dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMu selamanya sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMu yaa Rabbi



Sebiru Hari Ini

Sebiru hari ini birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita bersama disini
Seindah hari ini indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita walau kita kan terpisah
 

Reff :
Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus airmata meski kita kan terpisah
Selamat jalan teman tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini



Menjadi Diriku


Tak seperti bintang dilangit
Tak seperti indah pelangi
Karna diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Wajahku kan memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Menjadi diriku dengan segala kekurangan
Menjadi diriku atas kelebihanku
 

Reff :
Terimalah aku seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa tak mungkin sempurna
Tetap kubangga atas apa yang kupunya
Setiap waktu kunikmati anugerah hidup yang kumiliki




Monggo dikunjungi blognya Edcoustic