Jumat, 17 Februari 2012

Jam Weker Penanda Waktu

Bismillahirrahmanirrahim

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Waktu yang bahkan Allah SWT sendiri bersumpah dengan waktu. Coba lihat dalam Al Qur’an ada wal fajri, wadh dhuha, wal ‘asri, wal laili dan sebagainya. Seolah mengajarkan kita agar menjaganya dengan sepenuh hati.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Waktu yang Nabi Muhammad-pun telah berwasiat tentangnya yaitu dengan memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, waktu sehat sebelum sakit, waktu muda sebelum tua, waktu senggang sebelum sibuk dan waktu kaya sebelum miskin. Sungguh sebuah wasiat yang harus dicermati agar tidak menyesal karenanya.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Waktu yang berjalan begitu cepat tanpa kita sadari. Waktu masa kecil yang telah kita lewati dan sekarang kita meninggalkannya menuju dewasa. Seperti waktu di tahun 2011 yang belum terlupa namun kini 2 bulan kita telah meninggalkannya. Itulah mengapa waktu ibarat pedang, yang akan menebas apapun dengan cepat jika kita tidak menyiapkan segala sesuatunya.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Itulah mengapa alarmku mengajarkan kalian untuk menentukan suatu target di waktu tertentu sehingga kala ia berbunyi kalian siap untuk melakukan sesuatu. Maka buatlah target – target pribadi di suatu kurun waktu tertentu dan berusahalah sungguh-sungguh untuk menggapainya baik itu dimensi akhirat atau dimensi dunia. Itulah yang disebut menjemput taqdir, karena rizki dan jodoh tidak akan datang sendiri dan harus dijemput dan setelah itu bertawakalah karena hasil bukan urusan kita namun urusan Allah SWT.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Waktu yang harus dimanfaatkan sebelum malaikat maut datang menunaikan tugasnya. Karena waktu tidak akan kembali, maka tidak ada alasan bagi kita bahwa kita belum sempat beriman, kita belum sempat sholat, kita belum sempat bebakti kepada orang tua, kita belum sempat berjilbab, kita belum sempat bermanfaat bagi orang lain, dan belum sempat lainnya.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Salimul Aqidah atau aqidah yang bersih dengan mengeEsakan Allah dengan menjauhi syirik, khurafat, ramalan, serta perdukunan karena “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam (QS 6:162).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Shahihul Ibadah atau ibadah yang benar yaitu melaksanakan setiap peribadatan dengan merujuk kepada sunnah Rasul SAW tanpa ada unsur penambahan atau pengurangan. Belajarlah Islam secara menyeuruh (kaffah) agar engkau tahu mana ibadah yang sesuai Islam mana yang tidak.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Matinul Khuluq atau akhlak yang kokoh yaitu akhlak yang mulia dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya karena sesungguhnya Rosulullah telah mencontohkan :” Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung (QS 68:4).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Qowiyyul Jismi atau kekuatan jasmani yaitu memiliki tubuh yang kuat sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam dan kegiatan dunia secara optimal apalagi Rasulullah SAW bersabda : Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah (HR. Muslim).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Mutsaqqoful Fikri atau Intelek dalam berpikir yaitu memiliki wawasan keislaman dan keilmuan dunia yang luas karena Allah berfirman : Katakanlah: “Samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, Sesungguhnya orang-orang yang berakalah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Mujahadatul Linafsihi atau berjuang melawan hawa nafsu yaitu melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk dengan kesungguhan. Kesungguhan itu ada saat seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu yang sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam) (HR. Hakim).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Munazhzhamun fi Syu’unihi atau teratur dalam suatu urusan yaitu professional dalam melaksanakan urusan ubudiyah (ibadah) maupun muamalah (kemasyarakatan) dimana salah satunya adalah professional di dunia kerja.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Qodirun ‘Alal Kasbi atau mampu berusaha sendiri yaitu mampu mandiri secara ekonomi atau mampu mencari nafkah. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan ketrampilan. Maka tuntutlah ilmu setinggi-tingginya selagi engkau masih hidup.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Nafi’un Lighoirihi atau bermanfaat bagi orang lain yaitu memberikan manfaat yang baik dimanapun berada, sehingga orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka hanya ini yang dapat aku berikan kepada kalian sebagai ungkapan terimakasih atas kerjasama selama ini. Sebuah nasihat untuk masa depan agar kalian bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya yang dikenal dengan harishun ‘ala waqtihi. Sebuah nasihat yang jika kita melaksanakannya maka kita menjadi orang yang sukses didunia tanpa melupakan sukses di akhirat.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, maafkanlah segala khilaf dan salah. Karena mungkin ini perjumpaan kita yang terakhir, namun jika Allah berkehendak kita bersilaturahim di lain waktu dan kesempatan maka kesyukuranlah yang pantas kita ungkapkan.

*ditulis untuk tim Project LUP Sucofindo 2011. Apresiasi yang sangat tinggi atas kerjasama dan dedikasi dalam menyelesaikan project saat banyak pihak tidak memanfaatkan waktunya dengan baik.

Sumber: Eramuslim

Jenuh

Bismillahirrahmanirrahim

JENUH, kok kaya judul lagu ya? Hehe ini copy paste dari KIPTIAH

"Gue lagi jenuh sama hidup gue". Itulah balasan pesan singkat yang di kirim seorang kawan saat saya tanya ada apa dengan dia. Pertanyaan saya bermula, tatkala melihat statusnya di sebuah jejaring sosial yang berisi tentang ketidaksemangatannya akan hidup yang ia jalani.

Tak hanya kawan saya yang sering mengalami kejenuhan dalam hidup. Mungkin tiap orang termasuk saya, pernah merasakan kejenuhan.

Seseorang yang sangat mencintai pekerjaannya pun, akan ada masanya dia jenuh terhadap pekerjaannya.  Seseorang yang terlihat selalu bahagia, kapanpun dan dalam kondisi apapun juga pasti pernah mengalami fase kejenuhan. Sepasang suami istri pasti pernah mengalami kejenuhan terhadap pasangannya. Seorang siswa yang pandai sekalipun pernah di hinggapi rasa jenuh untuk belajar.

Roda kehidupan yang terus berputar, kebahagiaan dan kesedihan. Jenuh adalah suatu rasa yang tidak menyenangkan tapi setiap kita pernah mengalaminya. 

Jenuh itu alamiah. Jenuh yang terjadi yang merupakan suatu tanda bahwa kita harus melihat kembali tujuan hidup kita. Dengan mengingat kembali untuk apa kita melakukan sesuatu, insyaAllah kita akan lebih bersemangat dalam menjalani aktifitas. Jenuh yang bisa menjadi ajang introspeksi kita untuk bersyukur akan kelebihan-kelebihan yang Allah titipkan dan memperhatikan orang-orang yang di lahirkan tidak seberuntung kita. Kejenuhan yang menjadi tanda bahwa tubuh dan fikiran kita sedang meminta sesuatu yang berbeda dari aktifitas yang selama ini kita jalani. Mencoba untuk keluar dari rutinitas dan melakukan sesuatu yang kita suka atau belum pernah kita lakukan sebelumnya.

Rasa jenuh bukan ajang untuk menjadikan diri jauh dari Allah. Ketika jenuh, jangan langsung mengutuk takdir dan membenci kehidupan yang kita jalani sekarang. Allahlah sebaik-baik pembuat rencana hidup hamba-hambaNya. Ketika jenuh, kembalikan lagi rasa itu kepadaNya. Jadikan Ia sebaik-baik tempat mencurahkan isi hati. Ingatlah Allah, satu-satunya kunci penenang hati. Lebih dekatlah kepada Allah, maka Allah akan mendekap kita lebih erat.

QS. Ar Ra'du : 28
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

QS. Al Ikhlash : 2
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Semangat kawan !!

Sabtu, 11 Februari 2012

"With Allah I can, Without Allah I am Nothing.”




Saat doa kita tak terjawab…..
Saat realita kehidupan kita tak selaras dengan harapan…
Saat kita kehilangan orang-orang terkasih……
Saat kita merasa sedih, kecewa, pilu, sepi dan sendiri…

Dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, kita akan menemukan beragam nuansa kehidupan, ada senang - ada sedih, ada tawa - ada tangis, ada suka – ada duka. Lalu bagaimana sikap kita ketika kesedihan melanda kita? Putus asa, frustasi, stress dan kawan-kawannya seringkali menjadi pilihan sikap atas apa yang sedang menimpa kita.

Sudah benarkah kita dalam menyikapi semua persoalan hidup ini? Ternyata yang membedakan diantara kita adalah cara menyikapi semuanya. Sebagai muslim, yang mengaku sebagai hamba Allah, yang menyadari sebagai mahluk yang di ciptakan sang Kholik. Yang meyakini Allah sebagai Rabb-Nya, sadarkah kita  bahwa kita penuh kekurangan, penuh keterbatasan, penuh kelemahan dan tak berdaya.

Saat kita melakukan aktivitas dan rutinitas, terkadang kita lupa bahwa atas izin dan kuasa Allah-lah kita bisa bangun dari tidur, membuka mata dan menghirup udara segar di pagi hari, menikmati rizki-Nya dalam sarapan pagi,  Allah juga yang menggerakkan langkah kaki dan  ayunan tangan kita menuju tempat bekerja atau tempat beraktivitas.

“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha,” (QS. Al-Furqaan, 25: 47).

Senjata ampuh bagi seorang muslim agar tetap survive dalam menyikapi hidup dan kehidupannya  adalah tawakal ala Allah.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya,” (QS. Al-Ankabuut, 29: 57-59).

Kebanyakan dari kita sering mengartikan tawakal diidentikkan dengan prilaku pasrah (nrimo keadaan) setelah melakukan sesuatu atau merasa sudah berusaha untuk meraih suatu keinginan. Sedangkan yang saya pahami, tawakal harus kita miliki sesudah ada keinginan(azzam) atau sesudah ada niat, artinya sebelum melakukan sesuatu dalam mencapai keinginan atau mewujudkan niat tadi kita sudah memohon bimbingan-Nya agar kita diberi kemampuan dan kepandaian dalam meraih sesuatu yang kita tuju dan penuh optimisme saat melaksanakan niat tadi.

Dan mohon petunjuk-Nya karena hanya Allah yang maha tahu, yang sedang kita tuju tadi merupakan sesuatu yang baik untuk kita atau bukan, dengan menempatkan positif thinking atau husnudzhon kepada Allah pada setiap hasilnya nanti.

Dengan menempatkan tawakal sebelum bekerja atau berusaha tapi sesudah ada keinginan atau niat, otomatis akan ada rasa syukur yang luar biasa manakala keinginan kita terwujud, karena ada kesadaran yang tinggi bahwa semuanya terwujud berkat Allah. dan akan tetap lapang dada dan legowo, saat kita tak dapat meraihnya. Karena ada keyakinan bahwa Allah akan memenuhi kebutuhan hambanya bukan keinginannya, dan hanya Allah yang maha tahu yang terbaik untuk kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS. Al-Baqarah, 2: 216).

Yang menjadi pertanyaan dan PR besar kita adalah sudah benarkah niat kita? Selaraskah tujuan kita meraih sesuatu dengan hakikat tujuan hidup kita? Sudah maksimalkah usaha kita?. Karena yang menjadi penilaian Allah adalah proses kita dalam meraih sesuatu bukan hasilnya, karena dari seluruh usaha kita, keinginan kita, harapan dan cita-cita kita, hanya Allah yang memiliki kuasa mutlak dikabulkan atau tidak. Karena Dia-lah yang maha mengetahui kebutuhan kita dan yang terbaik untuk kita.

Dan Allah tidak menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, mentari selalu bersinar disetiap kehidupan, tapi Allah berjanji bahwa  Rahman dan Rahim-Nya akan selalu ada bersama kita dalam keadaan apapun, Allah akan memberi pelangi disetiap badai, senyuman disetiap air mata, hikmah dan berkah di setiap cobaan.

“Saat ku tak paham maksud Rabbku, ku memilih tetap percaya…saat kutertekan dengan kekecewaan dan kesedihan, kumemilih tetap bersyukur…saat rencana hidupku belum selesai, kumemilih bersabar…saat kecukupan materi mengujiku, kumemilih tetap bersabar…apapun yang terjadi saat ini, Tetaplah PERCAYA, BERSYUKUR, BERSERAH DIRI dan BERSABAR..karena Allah sedang merajut kehidupan yang terbaik untuk kita.

La Tahzan InnaAllaha ma’ana. Dan hanya bersama Allah kita bisa. "With Allah I can, Without Allah I am Nothing.”


*Penulis: Lilis Hady Al-Bantani,  ibu yang berprofesi sebagai Guru SDIT  dan Manager  biro perjalanan Haji Plus dan Umroh


Sumber: http://muslimah.eramuslim.com/indexx.php?view=_pernikmuslimah-detail&id=9

Lebih Mengkhawatirkan Daripada Fitnah Ad-Dajjal

Bismillahirrahmanirrahim


Fitnah Ad-Dajjal merupakan fitnah paling dahsyat sepanjang zaman. Demikian pesan Nabi Muhammad saw di dalam sebuah hadits riwayat Imam Ath-Thabrany. “Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.”Namun dalam hadits lainnya –menurut Nabi Muhammad saw- ternyata ada lagi yang lebih mengkhawatirkan bagi ummat Islam.
ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي
مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا
إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ
مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ
وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Dajjal disebut-sebut didekat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam lalu beliau bersabda: "Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Dajjal dan tidak ada seseorang dapat selamat dari badai fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Dajjal) setelahnya. Dan tidak ada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk (menjemput) fitnah Ad-Dajjal." (AHMAD - 22215)

Berdasarkan hadits di atas berarti kondisi menjelang datangnya puncak fitnah Ad-Dajjal merupakan kondisi yang lebih mengkhawatirkan menurut Nabi saw. Sebab menjelang kedatangan Ad-Dajjal akan hadir fitnah-fitnah yang sedemikian banyaknya sehingga barangsiapa bisa selamat menghadapinya, maka Nabi saw menjamin bahwa ia bakal selamat menghadapi puncak fitnah Ad-Dajjal yang kemunculannya tidak lama sesudah badai fitnah itu. Dan itu berarti sebaliknya-pun demikian. Barangsiapa yang sudah terperosok ke dalam salah satu atau lebih fitnah di masa itu, niscaya ia bakal terperangkap ke dalam fitnah Ad-Dajjal yang kemunculannya tidak lama sesudah itu.

Kondisi badai fitnah itulah yang digambarkan oleh Nabi Muhammad saw di dalam hadits di bawah ini. Dan kita perlu khawatir bahwa gambarannya sangat sesuai dengan kondisi dunia yang sedang kita hadapi dewasa ini.
بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ
يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا
وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا
وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ
دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi masih mukmin dan diwaktu sore telahmenjadi kafir, dan di waktu sore masih beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya demi kesenangan dunia." (AHMAD - 8493)

Nabi saw memprediksi bakal datangnya potongan zaman yang sangat mirip dengan keadaan yang kita hadapi dewasa ini. Fitnah menyelimuti segenap aspek kehidupan sehingga dunia menjadi laksana sepenggalan malam yang gelap gulita. Sulit menemukan orang yang istiqomah. Sangat mudah melihat inkonsistensi manusia, termasuk mereka yang mengaku muslim sekalipun. Muslim melakukan dosa-dosa yang tidak sekedar menyebabkan dirinya dipandang sebagai bermaksiat di mata Allah walau imannya masih tetap diakui. Namun ada pula mereka yang bahkan melakukan dosa-dosa yang menyebabkan batalnya iman-syahadatain pelakunya di mata Allah.

Fitnah meliputi aspek budaya, media, sosial, politik, ekonomi, perdagangan, keuangan, hukum, ideologi, agama, pendidikan, medis, olah-raga, militer dan pertahanan-keamanan. Pendek kata seseorang bisa dengan mudah terperosok ke dalam fitnah karena berbagai aspek kehidupan dunia dewasa ini tidak berjalan berlandaskan petunjuk Ilahi. Nilai-nilai yang bersumber dari Allah dan RasulNya tidak dijunjung tinggi. Nilai-nilai produk manusia-lah yang mendominasi. Tinggal pilih saja. Apakah mau terjebak ke dalam fitnah media, fitnah politik, fitnah hukum, fitnah budaya, fitnah pendidikan atau fitnah ekonomi? Atau bahkan mau borong beberapa fitnah sekaligus? Silahkan, tinggal pilih...! Na’udzubillahi min dzaalika.

Pantaslah bilamana Ahmad Thomson menyebut kondisi dunia di era modern ini sudah menjadi bak sebuah Sistem Dajjal. Penulis muslim berkebangsaan Inggris ini berkeyakinan bahwa seiring dengan semakin hegemoniknya Sistem Dajjal dunia global, maka semakin matang dan compatible (sesuai) keadaannya untuk keluarnya Ad-Dajjal. Bahkan begitu Ad-Dajjal muncul ia bakal segera dinobatkan sebagai pemimpin Sistem Dajjal yang memang dipersiapkan sejak lama untuk The Arrival (kedatangan) sang “Pemimpin Dunia” tersebut.
اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ
عَذَابِ جَهَنَّمَ
وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ
الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim 924)

Sumber: Eramuslim.com

Misi Nabiyullah Isa ‘alihis-salam Di Akhir Zaman

Bismillahirrahmanirrahim

Masih banyak muslim yang tidak tahu bahwa salah satu ajaran Islam ialah meyakini bakal turunnya kembali Isa ‘alaihis-salam menjelang datangnya Hari Kiamat di Akhir Zaman. Bahkan ada yang mengingkarinya dengan alasan bahwa ini merupakan ajaran kaum Nasrani yang telah disusupkan ke dalam ajaran Islam. Padahal terdapat cukup banyak hadits shahih dari Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم yang membenarkan bakal turunnya kembali Isa ‘alaihis-salam. Lalu apa yang akan beliau kerjakan ketika beliau kembali ke dunia turun dari langit? Apa sajakah misi beliau kelak di Akhir Zaman tersebut?

Suatu hal yang pasti, kedatangan kembali Isa ‘alaihis-salam kelak bukanlah untuk membawa ajaran baru, apalagi membenarkan ajaran Nasrani alias Kristen. Justeru kehadiran beliau kelak adalah untuk membenarkan dan mengokohkan ajaran yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم yaitu ajaran dienullah Al-Islam. Isa ‘alaihis-salam bahkan akan mengajak kaum Yahudi dan Nasrani (baca: Ahli Kitab) untuk masuk Islam. Dan ajakan beliau ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Ahli Kitab untuk bertaubat. Bila mereka menyambut baik ajakan beliau, maka mereka bakal diperlakukan sebagai saudara seiman Isa ‘alaihis-salam dan segenap kaum muslimin. Namun bila mereka menolak, maka Isa ‘alaihis-salam berhak untuk membunuh mereka.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
لَيْسَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ يَعْنِي عِيسَى
وَإِنَّهُ نَازِلٌفَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ
رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ
وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ
كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ
فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الْإِسْلَامِ
فَيَدُقُّ الصَّلِيبَوَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ
وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ
الْمِلَلَ كُلَّهَاإِلَّا الْإِسْلَامَ
وَيُهْلِكُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ
فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ
أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى
فَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada Nabi antara aku dan dia -maksudnya Isa-. Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi ataupun pendek), berkulit merah keputih-putihan, mengenakan kain berwarna kekuningan. Seakan rambut kepala menetes meski tidak basah. Ia akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, ia memecahkan salib, membunuh babi dan membebaskan jizyah (pajak). Pada masanya Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan akan tinggal di dunia selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya." (ABUDAUD - 3766)

Di samping itu, Isa ‘alaihis-salam juga ditugaskan untuk membantu Al-Mahdi (pemimpin ummat Islam di Akhir Zaman) untuk memerangi puncak fitnah (ujian), yaitu Fitnah Ad-Dajjal. Malah berdasarkan hadits shahih di atas Isa ‘alaihis salam bakal memerangi segenap manusia demi tegaknya ajaran Al-Islam. Sehingga dengan izin Allah سبحانه و تعالى segenap manusia bakal memeluk agama Islam sampai dihapuskannya kewajiban membayar jizyah (pajak yang dikenakan khusus kepada kaum non-muslim yang hidup di bawah pemerintahan Islam).

Selain itu Isa ‘alaihis-salam juga bertugas memecahkan salib. Mengapa? Karena salib telah menjadi fitnah bagi kaum Nasrani yang meyakini bahwa Isa telah mati disalib, padahal sejak limabelas abad yang lalu Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa Isa ‘alaihis-salam tidaklah mati di tiang salib. Tetapi ada seorang lelaki yang diserupakan wajahnya dengan beliau yang telah mati di tiang salib tersebut. 
Allah سبحانه و تعالى berfirman:
وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ
وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ
وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ
لَفِي شَكٍّ مِنْهُ
مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ
إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
“...padahal mereka tidak membunuhnya (Isa ‘alahis-salam) dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (QS An-Nisa 157)

Lalu kemana perginya Nabiyullah Isa ‘alaihi-salam pada saat kejadian itu? Kembali Al-Qur’an menjelaskan dengan gamblang:
بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ
وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
“Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS An-Nisa 158)

Jadi, apa yang telah dialami Nabiyullah Isa ‘alahis-salam mirip dengan apa yang telah dialami Nabiyullah Muhammad صلى الله عليه و سلم pada saat malam Isra wal-Mi’raj. Perbedaannya hanyalah bahwa pada malam itu Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم di-Mi’raj-kan oleh Allah سبحانه و تعالى hanya satu malam, berangkat lepas Isya dan kembali menjelang Fajar. Sedangkan Nabi Isa ‘alahis-salam di-Mi’rajkan oleh Allah سبحانه و تعالى dua-ribuan tahun yang lalu dan hingga sekarang belum diturunkan kembali ke bumi ini. Beliau baru akan turun ketika Allah سبحانه و تعالى taqdirkan beliau turun, yaitu pada saat terjadinya Huru-Hara Akhir Zaman ketika sudah diutusnya Al-Mahdi (pemimpin ummat Islam) ke tengah-tengah ummat manusia dan keluarnya Ad-Dajjal (puncak fitnah Sang Penebar kekacauan, kesesatan dan kerusakan). Apakah hal seperti ini mustahil dilakukan oleh Allah سبحانه و تعالى ? Sudah barang tentu tidak. Allah سبحانه و تعالى Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Selain itu Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم juga mengatakan bahwa Isa ‘alaihis-salam bakal turun kelak untuk membunuh babi. Mengapa demikian? Karena babi telah menjadi fitnah bagi kaum Nasrani yang meyakni bahwa babi merupakan hewan yang halal dimakan, padahal Islam telah mengharamkannya bahkan memandangnya sebagai hewan menjijikkan yang mengandung najis berat. Namun di bawah peradaban modern -yang dikomandani oleh peradaban barat yang didominasi oleh nilai-nilai masyarakat Kristen- maka dewasa ini babi tidak saja dipandang halal, tetapi ia telah dianggap sebagai hewan yang lucu dan oleh karenanya manusia pantas berakrab-akrab dengannya. Coba saja lihat berbagai filem kartun barat bagaimana mereka menjadikan babi sebagai sosok yang cute, friendly and kind (imut-imut, bersahabat dan baik hati). Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.
قُلْ لا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ
مُحَرَّمًاعَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ
إِلا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ
دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ
لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ
“Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor.” (AL-An’aam 145)

Sesudah memenuhi segenap tugasnya, maka damailah dunia dengan tegaknya keadilan berdasarkan dienullah Al-Islam dan kesejahteraan dinikmati segenap manusia hingga tidak ada lagi yang bisa bersedekah karena tidak ada orang yang perlu dengan sedekah. Semua orang telah mencapai kekayaan hatinya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ
لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ
حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ
وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَوَيَضَعَ الْجِزْيَةَ
وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Demi Dzat yang jiwaku dalam genggamanNya, sungguh tiada lama lagi akan segera turun Ibnu Maryam (Isa Alaihissalam) yang akan menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan jizyah dan harta benda melimpa ruah sehingga tidak ada seorangpun yang mau menerimanya".(BUKHARI - 2070)
تَصَدَّقُوا فَإِنَّهُ يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ
يَمْشِي الرَّجُلُ بِصَدَقَتِهِ
فَلَا يَجِدُ مَنْ يَقْبَلُهَا يَقُولُ الرَّجُلُ
لَوْ جِئْتَ بِهَا بِالْأَمْسِ
لَقَبِلْتُهَا فَأَمَّا الْيَوْمَ
فَلَا حَاجَةَ لِي بِهَا
“Bersedakhlah kalian, karena akan datang masa di mana seorang membawa sedekahnya namun tidak menemukan orang yang mau menerimanya. Orang yang akan diberikan berkata: ”Seandainya kamu datang kemarin, niscaya aku mau menerimanya, sekarang aku sudah tidak butuh lagi.” (HR Bukhary)

Kemudian Isa ‘alahis-salam akan tinggal di dunia sehingga tibalah saat ajalnya dimana beliau kemudian disholatkan oleh kaum muslimin.

Ya Allah, limpahkanlah salawat dan salam-Mu kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم dan segenap Nabi-Nabi-Mu yang lainnya, khususnya Nabiyullah Isa ‘alaihis-salam. Dan kumpulkanlah kami kelak bersama mereka di akhirat di dalam jannah-Mu. Amiin ya Rabbal ‘aalamiin. 

Sumber: Eramuslim.com