Do your best.. And Allah will do the rest.. :))Semangat!!! Keep Figthing !!! Bismillah
Senin, 22 Oktober 2012
Sabtu, 07 April 2012
Sebiru Hari Ini
Sebiru hari ini birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita bersama disini
Seindah hari ini indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita walau kita kan terpisah
Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus airmata meski kita kan terpisah
Selamat jalan teman tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini
-Sebiru Hari Ini by: Edcoustic-
Senin, 20 Februari 2012
Pieces of My Life
Bismillahirrahmanirrahim
Senin pagi tanggal 20 Februari 2012 dan itu artinya seminggu lagi kuliah akan segera dimulai lagi. Yups, senin depan udah mulai semester 2. Siap-siap tutorial, skillslab, field lab, kuliah, praktikum, pretest, post test, responsi, dan ujian blok yang baru. Itu artinya harus siap-siap berangkat sebelum jam 6 dan pulang habis maghrib. Great! It's no problem jika kita ikhlas menuntut ilmu karena Allah SWT. Mungkin semester 2 ini memang lebih berat dari semester 1 tapi harus tetap semangat! Demi masa depan yang cerah menjadi dokter yang bermanfaat bagi semuanya.:)
Pagi ini saya mau sedikit berbagi cerita pengalaman SNMPTN ya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini kan sedang ada pendaftaran SNMPTN jalur undangan kan? Sistem ini dipakai baru mulai tahun kemarin. Calon mahasiswa hanya perlu menyerahkan nilai rapot selama SMA saja untuk digunakan sebagai seleksi masuk. Tahun 2011 kemarin calon mahasiswa boleh memilih 2 universitas dan masing - masing universitas boleh dipilih 3 prodi. Tahun 2012 ini sepertinya hanya 2 prodi untuk masing-masing universitas. Untuk syarat lain bisa dilihat sendiri di www.snmptn.ac.id
Cerita dimulai!
Saat itu udah masuk bulan Maret, saya ingat betul jaman banyak Try Out saya menyempatkan diri bayar ke Bank Mandiri cabang Palur buat bayar uang pendaftaran SNMPTN undangan dan barengan sama Mbak-mbak yang membayarkan uang pendaftaran adiknya. Maret udah mau akhir pendaftaran SNMPTN Undangan baru diumumkan siapa saja yang telah direkomendasikan dan dikasih pin dari sekolah. Puncak kegalauan memilih prodi dan universitas terjadi saat itu, ketika masuk semester 2 dan ada sistem SNMPTN undangan ini. Memang sih ini tidak perlu tes masuk tetapi persaingan pasti ketat sekali. Dan finally setelah konsul dengan ortu saya memutuskan untuk memilih sebuah Universitas di Jogja sebagai pilihan pertama dan UNS sebagai pilihan kedua. Saat itu yang sepenuhnya mendukung adalah ayah saya karena beliau adalah orang yang selalu ingin membahagiakan keluarganya, memberi kebebasan pada keinginan anaknya, ingin melihat anaknya lebih sukses dari beliau. Entah kenapa ibu saya agak kurang rela bila saya harus kos,hidup mandiri di Jogja. Beliau tahu selama ini saya belum bisa hidup mandiri. Bisa dilihat dari masa SMA : bangun tidur > mandi > sarapan udah tersedia > jam ke 0 > sekolah > les sampai maghrib > belajar bentar > tidur. Ya tiap hari seperti itu. *malah curhat
Dan saat hari pengumuman tiba, deg deg deg .... pukul 19.00 WIB tepat buka pengumuman lewat HP. Dan hasilnya...
"Maaf anda tidak lolos seleksi SNMPTN Undangan"
Kurang lebih seperti ini. Mendadak tubuh saya terasa lemas, ingin rasanya nangis sekencang-kencangnya. Semua anggota keluarga kelihatan sekali sangat kecewa dengan ini semua. Kecewa, sedih, sesal. Semua jadi satu :(( Kecewa dan sedih karena gagal dalam seleksi ini dan menyesal karena meletakkan UNS sebagai pilihan kedua. Andai saja saya jadikan pilihan pertama insya Allah sudah langsung diterima. Mungkinkah ketidakrelaan ibu ada hubungannya dengan ini semua? Tapi apa boleh buat sifat manusia yang kadang ingin lebih dari kemampuannya. Ternyata banyak teman yang senasib dengan saya. Di tengah kesedihan itu, ayah saya langsung memberi semangat untuk ikut SNMPTN jalur Ujian Tulis yang jaraknya tinggal 2 minggu lagi. Tak ada waktu lagi untuk menyesali semua ini. Saatnya BANGKIT dan TUNJUKKAN AKU BISA ,bahkan BISA LEBIH BAIK!
Hari-hari selama 2 minggu itu saya lalui dengan LATIHAN SOAL SNMPTN sampai beli buku kumpulan soal beberapa tahun sebelumnya. Saat mengisi pendaftaran online buat SNMPTN tulis ini saya bareng salah satu teman SD saya. Paginya bayar dulu ke Bank Mandiri Palur, eh disana ketemu teman SMP. Saling minta do'a restu pastinya. Kemudian kami ke warnet di dekat SMA N Kebakkramat. *jauh-jauh kesana karena dia ada urusan bentar di sekolah. Ambil foto yang mau diupload kalau tidak salah hehe. Saya mengisi formulir pendaftaran dengan pilihan satu mantap tetap yang saya dan orang tua inginkan. Pilihan keduanya ini yang kira-kira sesuai dengan kemampuan saya. *saya nggak mau jadi pengangguran selama setahun kalau terjadi kemungkinan terburuk. Karena saya tahu yang ini lebih ketat karena telah banyak yang gagal lewat jalur pertama.
Dan pas hari H bertempat di SMP Warga dengan minta do'a restu pada ortu, keluarga besar, guru, dan semua teman-teman saya. Bismillah... PERJUANGAN DIMULAI. KERJAKAN SEMAKSIMAL mungkin yang kamu bisa. Perbanyak ibadah dan do'a pada Allah, tawakal serakah semua padanya. Saat hari pengumuman tiba, saya tidak berani membuka web pengumuman dan akhirnya yang bukain adalah adik tercinta. Dan hasilnya ...
Tak henti-hentinya saya mengucapkan rasa syukur. Tapi karena masih tidak percaya dengan perasaan yang seperti mimpi ini malam itu juga saya dan adik di antar ayah ke warnet buat membuka pengumuman itu lagi sekaligus syarat buat daftar ulang. Warnet tempat biasanya penuh sesak akhirnya di warnet satunya. Dan Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas indahnya hidup ini. Saya langsung memberi kabar teman-teman di twitter dan fecebook, tak lupa membalas sms mereka yang senantiasa mendukungku dan menyemangatiku bahwa aku pasti bisa, bahwa Allah pasti akan memberi yang terbaik, dan aku tak boleh menyerah begitu saja :)
Nikmat ini menyadarkanku bahwa tak selamanya yang kita inginkan itu baik untuk kita. Tapi Allah lah Maha Tahu segalanya yang terbaik untuk kita. Dia tak selalu memberi apa yang kita minta tetapi Dia memberi yang terbaik untuk kita. Dia mengajarkan untuk selalu bersyukur padaNya maka nikmat akan ditambah. Subhanalah, hari itu menjadi hari terindah dalam hidupku. Saat perjuangan berbuah kemanisan. Itulah yang ditunggu.
Tapi perlu dingat juga jangan lantas larut dalam kebahagiaan hingga lupa bahwa harus siap berjuang lagi dengan medan yang lebih sulit. Ya mulai dari hari itu harus mulai berjuang menjadi seorang Mahasiswa Kedokteran. Adaptasi menjadi mahasiswa dimulai dengan acara OSMARU dan di FK UNS untuk pendidikan dokter namanya adalah AORTA 2011 (Acara Orientasi Angkatan 2011).Untuk tahu tugas-tugas selam AORTA bisa dibuka webnya di AORTA 2011. Yang jadi panitianya adalah kakak tingkat 3 tahun diatas angkatan itu. Jadi kemarin tahun 2008 yang jadi panitia. Memang sih banyak tugas dan mengharuskan kita tidak tidur selama 3 hari 3 malam tapi itu semua ada tujuan dan manfaatnya. So, enjoy your orientation periode! It's very very unforgetable, you can learn more in there!! Semangat ya yang tahun ini mau masuk FK UNS, kami menunggumu di Fakultas Kedokteran dengan biaya termurah tapi fasilitas tak kalah oke ini. :)
Dan pas hari H bertempat di SMP Warga dengan minta do'a restu pada ortu, keluarga besar, guru, dan semua teman-teman saya. Bismillah... PERJUANGAN DIMULAI. KERJAKAN SEMAKSIMAL mungkin yang kamu bisa. Perbanyak ibadah dan do'a pada Allah, tawakal serakah semua padanya. Saat hari pengumuman tiba, saya tidak berani membuka web pengumuman dan akhirnya yang bukain adalah adik tercinta. Dan hasilnya ...
"Selamat anda di terima di Pendidikan Dokter UNS"ALHAMDULILLAHIRRABBIL ALAMIN :)
Tak henti-hentinya saya mengucapkan rasa syukur. Tapi karena masih tidak percaya dengan perasaan yang seperti mimpi ini malam itu juga saya dan adik di antar ayah ke warnet buat membuka pengumuman itu lagi sekaligus syarat buat daftar ulang. Warnet tempat biasanya penuh sesak akhirnya di warnet satunya. Dan Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas indahnya hidup ini. Saya langsung memberi kabar teman-teman di twitter dan fecebook, tak lupa membalas sms mereka yang senantiasa mendukungku dan menyemangatiku bahwa aku pasti bisa, bahwa Allah pasti akan memberi yang terbaik, dan aku tak boleh menyerah begitu saja :)
Nikmat ini menyadarkanku bahwa tak selamanya yang kita inginkan itu baik untuk kita. Tapi Allah lah Maha Tahu segalanya yang terbaik untuk kita. Dia tak selalu memberi apa yang kita minta tetapi Dia memberi yang terbaik untuk kita. Dia mengajarkan untuk selalu bersyukur padaNya maka nikmat akan ditambah. Subhanalah, hari itu menjadi hari terindah dalam hidupku. Saat perjuangan berbuah kemanisan. Itulah yang ditunggu.
Tapi perlu dingat juga jangan lantas larut dalam kebahagiaan hingga lupa bahwa harus siap berjuang lagi dengan medan yang lebih sulit. Ya mulai dari hari itu harus mulai berjuang menjadi seorang Mahasiswa Kedokteran. Adaptasi menjadi mahasiswa dimulai dengan acara OSMARU dan di FK UNS untuk pendidikan dokter namanya adalah AORTA 2011 (Acara Orientasi Angkatan 2011).Untuk tahu tugas-tugas selam AORTA bisa dibuka webnya di AORTA 2011. Yang jadi panitianya adalah kakak tingkat 3 tahun diatas angkatan itu. Jadi kemarin tahun 2008 yang jadi panitia. Memang sih banyak tugas dan mengharuskan kita tidak tidur selama 3 hari 3 malam tapi itu semua ada tujuan dan manfaatnya. So, enjoy your orientation periode! It's very very unforgetable, you can learn more in there!! Semangat ya yang tahun ini mau masuk FK UNS, kami menunggumu di Fakultas Kedokteran dengan biaya termurah tapi fasilitas tak kalah oke ini. :)
Minggu, 19 Februari 2012
Semoga Tak Termasuk
Bismillahirrahmanirrahim
Berikut ini adalah potret remaja sekarang yang semakin kehilangan arah dan mengabaikan agamanya. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya
Aku Bukan Muslimah yang Baik
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain sibuk membaca dan mentabburi al-qur'an
aku sibuk mendengarkan lagu picisan yang tak membuat ku makin dekat dengan-Nya
ketika muslimah lain sibuk membaca dan mentabburi al-qur'an
aku sibuk mendengarkan lagu picisan yang tak membuat ku makin dekat dengan-Nya
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain sibuk menambah hafalan ayat-ayat cinta Allah
aku malah asik mengahafal lagu-lagu yang melalaikan ku dari-Nya
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain makin memanjangkan jilbabnya
aku malah merasa risih dengan jilbab yang terlalu panjang
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain sibuk menuntut ilmu-Nya
aku malah sibuk dengan urusan dunia yang membuat jarak dengan-Nya
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain malu untuk menampakkan wajah dan fotonya
aku malah sibuk meng-upload foto-foto agar wajahku bisa dilihat semua orang
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain berusaha menundukkan pandangannya
aku sibuk memperhatikan ketampanan wajah yang bukan mahram ku
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain menjaga hubungan dan jarak dengan lawan jenisnya
aku malah terbiasa duduk berdekatan dengan pria
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain berkata dan berbincang tentang hal yang bermanfaat
aku senang membicarakan aib dan kejelekan orang lain
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain menjaga kata-katanya dengan baik
aku terlalu sering menyakiti hati orang lain dengan lisan ku
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain belajar untuk terus mempercantik hati dan akhlaknya
aku lebih asik memperhatikan fisik diri ku saja
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain senang berpuasa sunnah
aku lebih memilih selalu mengenyangkan perut ku
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain bangun di sepertiga malam untuk bermunajat pada-Nya
aku lebih memilih berselimut dan tidur sepuasnya
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain sibuk untuk berdakwah di jalan-Nya
aku lebih memilih santai dan menonton televisi di rumah
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain sibuk ingin mendapat ridha dan cinta-Nya
aku malah sibuk ingin mendapat sanjungan dan cinta makhluk-Nya saja
aku bukan muslimah yang baik
ketika muslimah lain gelisah di saat imannya menurun
aku malah semakin lalai dengan dunia
aku memang bukan muslimah yang baik
Namun, aku berharap bisa menjadi seperti muslimah lain yang istiqamah berjuang untuk mendapatkan cinta-Nya. Ya Rabb ampuni muslimah yang tidak baik ini.
semoga Engkau senantiasa membimbing muslimah yang tidak baik ini agar menjadi lebih baik di hadapan-Mu... aaamiin yaa Mujiibassaailin...
Yang berikut ini semoga bisa dijadikan muhasabah
Maaf Saya Belum Sempat
Maaf, saya belum sempat peduli pada Palestina atau segenap permasalahan ummat Islam yang saat ini ada. Saya sedang sibuk nonton Inbox atau Dahsyat (tergantung mood saya). Saya juga sedang sibuk menonton OVJ atau Fesbukers, dan berbagai channel yang saya suka; saya memang suka tertawa.
Maaf, saya belum sempat belajar al-Quran. Jangankan belajar tafsirnya secara mendalam, barangkali tajwid-nya pun masih asal-asalan, sekalipun ternyata di KTP saya bertuliskan "Agama: Islam".
Maaf, saya tidak sempat sholat di rumah, apalagi ke Masjid, sekalipun saya tahu bahwa itu adalah wajib, namun kalian tahu, setelah ini saya akan belanja ke Mall, berburu pakaian atau gadget termahal.
Maaf, kalau saya sempat sholat, ayat yang saya baca hanyalah "Qul" atau "Qul", karena saya pikir urusan saya masih banyak, jadi saya putuskan untuk sholat "kilat", biar kerjaan saya tidak telat.
Maaf juga, kalau boleh jujur sebenarnya hanya beberapa surat pendek yang saya hafal, itupun dengan makhraj dan tajwid yang masih "ngasal", karena dari dulu saya tak pernah serius untuk menghafal.
Maaf lagi ya, saya nggak pernah berpikir untuk mati, apalagi mempersiapkan bekal untuk dibawa setelah mati. Karena saya terlalu sibuk party, atau jalan-jalan kesana kemari. Sekalipun saya sadar bahwa bisa saja diperjalanan saya mati, karena saya pernah dengar kalau Izrail datangnya nggak bilang-bilang, layaknya tamu tak diundang.
Maaf, sekali lagi maaf. Saya kadang lebih suka online untuk menghabiskan waktu, chatting dengan teman untuk pembicaraan tak bermutu, ngeliat-liat foto yang "terbuka" untuk memenuhi hawa nafsu. Walaupun saya sepenuhnya sadar, azab neraka itu pedih dan kekal.
Maaf lagi, rasanya saya tidak pernah Tahajjud. Saya lebih memilih nonton bola daripada ruku' dan sujud, karena saya pikir pertandingan ini terlalu sayang untuk dilewatkan, sekalipun nantinya saya capek dan mata saya kelelahan. Ahh, tidak mengapa, demi menonton pertandingan pemain idola.
Maaf, terakhir maaf. Sebenarnya saya tidak ingin kalian membaca tulisan ini, karena ini adalah aib bagi generasi muda kami, inilah yang terjadi pada kami saat ini. Sekalipun hal diatas hanyalah sebagian kecil dari realita di pikiran saya.
Saya sebenarnya ingin kalian memperbaiki keadaan ini, saya tidak ingin hal ini terus terjadi. Saya ingin melihat generasi kita jaya, menjadikan Islam sebagai kebutuhan hidupnya dan menjadikan al-Quran dan Sunnah sebagai pedomannya.
Setidaknya, saya ingin melihat hal ini sebelum saya mati...
Pekanbaru, 18 Rabiul Awwal 1433/11 Februari 2012.
Sumber: http://www.eramuslim.com/oase-iman/muhammad-hidayat-maaf-saya-belum-sempat.htm
Maaf, saya belum sempat belajar al-Quran. Jangankan belajar tafsirnya secara mendalam, barangkali tajwid-nya pun masih asal-asalan, sekalipun ternyata di KTP saya bertuliskan "Agama: Islam".
Maaf, saya tidak sempat sholat di rumah, apalagi ke Masjid, sekalipun saya tahu bahwa itu adalah wajib, namun kalian tahu, setelah ini saya akan belanja ke Mall, berburu pakaian atau gadget termahal.
Maaf, kalau saya sempat sholat, ayat yang saya baca hanyalah "Qul" atau "Qul", karena saya pikir urusan saya masih banyak, jadi saya putuskan untuk sholat "kilat", biar kerjaan saya tidak telat.
Maaf juga, kalau boleh jujur sebenarnya hanya beberapa surat pendek yang saya hafal, itupun dengan makhraj dan tajwid yang masih "ngasal", karena dari dulu saya tak pernah serius untuk menghafal.
Maaf lagi ya, saya nggak pernah berpikir untuk mati, apalagi mempersiapkan bekal untuk dibawa setelah mati. Karena saya terlalu sibuk party, atau jalan-jalan kesana kemari. Sekalipun saya sadar bahwa bisa saja diperjalanan saya mati, karena saya pernah dengar kalau Izrail datangnya nggak bilang-bilang, layaknya tamu tak diundang.
Maaf, sekali lagi maaf. Saya kadang lebih suka online untuk menghabiskan waktu, chatting dengan teman untuk pembicaraan tak bermutu, ngeliat-liat foto yang "terbuka" untuk memenuhi hawa nafsu. Walaupun saya sepenuhnya sadar, azab neraka itu pedih dan kekal.
Maaf lagi, rasanya saya tidak pernah Tahajjud. Saya lebih memilih nonton bola daripada ruku' dan sujud, karena saya pikir pertandingan ini terlalu sayang untuk dilewatkan, sekalipun nantinya saya capek dan mata saya kelelahan. Ahh, tidak mengapa, demi menonton pertandingan pemain idola.
Maaf, terakhir maaf. Sebenarnya saya tidak ingin kalian membaca tulisan ini, karena ini adalah aib bagi generasi muda kami, inilah yang terjadi pada kami saat ini. Sekalipun hal diatas hanyalah sebagian kecil dari realita di pikiran saya.
Saya sebenarnya ingin kalian memperbaiki keadaan ini, saya tidak ingin hal ini terus terjadi. Saya ingin melihat generasi kita jaya, menjadikan Islam sebagai kebutuhan hidupnya dan menjadikan al-Quran dan Sunnah sebagai pedomannya.
Setidaknya, saya ingin melihat hal ini sebelum saya mati...
Pekanbaru, 18 Rabiul Awwal 1433/11 Februari 2012.
Sumber: http://www.eramuslim.com/oase-iman/muhammad-hidayat-maaf-saya-belum-sempat.htm
Jika Aku Jatuh Cinta
Ya Allah,
Jika aku jatuh Cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada–Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai–Mu
Ya … Muhaimin,
Jika aku jatuh Cinta
Jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada–Mu
Ya … Allah,
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada–Mu
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Ya … Rabbana,
Jika aku jatuh Hati
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati–Mu
Ya … Rabbul Izzati,
Jika aku Rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan–Mu
Dan jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga–Mu
Ya … Allah, Jika aku menikmati cinta kekasih–Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat di sepertiga malam terakhir–Mu
Ya … Allah,
Jika aku jatuh hati pada kekasih–Mu
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang menyeru manusia pada–Mu
Ya … Allah,
Jika kau halalkan aku merindui kekasih–Mu
Jangan biarkan aku melampui batas sehingga melupakan
aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada–Mu
Ya … Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati–hati ini
Telah berhimpun dalam cinta pada–Mu,
Telah berjumpa pada taat pada–Mu
Telah bersatu dalam dakwah pada–Mu
Telah berpadu dalam membela syariat–Mu
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya,
kekalkanlah cintanya..
Tunjukilah jalan–jalannya,
penuhilah hati–hati ini dengan Nur–Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada–dada kami dengan limpahan keimanan kepada–Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu...
Jika aku jatuh Cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada–Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai–Mu
Ya … Muhaimin,
Jika aku jatuh Cinta
Jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada–Mu
Ya … Allah,
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada–Mu
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Ya … Rabbana,
Jika aku jatuh Hati
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati–Mu
Ya … Rabbul Izzati,
Jika aku Rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan–Mu
Dan jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga–Mu
Ya … Allah, Jika aku menikmati cinta kekasih–Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat di sepertiga malam terakhir–Mu
Ya … Allah,
Jika aku jatuh hati pada kekasih–Mu
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang menyeru manusia pada–Mu
Ya … Allah,
Jika kau halalkan aku merindui kekasih–Mu
Jangan biarkan aku melampui batas sehingga melupakan
aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada–Mu
Ya … Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati–hati ini
Telah berhimpun dalam cinta pada–Mu,
Telah berjumpa pada taat pada–Mu
Telah bersatu dalam dakwah pada–Mu
Telah berpadu dalam membela syariat–Mu
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya,
kekalkanlah cintanya..
Tunjukilah jalan–jalannya,
penuhilah hati–hati ini dengan Nur–Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada–dada kami dengan limpahan keimanan kepada–Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu...
Langganan:
Komentar (Atom)

